oleh

Nurdin Halid Mulai Bentuk Tim Untuk Pilgub 2024

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Rivalitas internal Partai Golkar dan perebutan kursi Gubernur Sulsel mulai tampak. Padahal Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe gencar promosikan diri.

Mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel periode 2015-2020, Nurdin Halid mewacanakan kembali maju sebagai calon Gubernur Sulsel pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 mendatang.

Dia sudah mempersiapkan tim untuk berkoordinasi dengan kader internal Golkar dan masyarakat. “Dalam rangka persiapan politik 2024. Saya kumpul disini, percayakan pak Aru (Farouk M Betta) dan pak Irwan Muin sebagai ketua dan Sekretaris tim,” sebut Nurdin Halid di Caffe Hai Hong, Jalan Pelita Makassar, Rabu (4/8).

Nurdin Halid membeberkan, Aru dan Irwan bertugas untuk menanyakan kepada masyarakat dan kader internal Golkar soal persiapan Pilgub Sulsel 2024. Jika kader dan masyarakat menginginkannya untuk kembali maju, maka dirinya secapatnya memberikan keputusan.

“Mereka (Aru dan Irwan) ditugaskan untuk menanyakan. Jadi, tugas pak Aru dan Irwan perlu menanyakan kader internal dan masyarakat saya maju atau tidak ? Kalau kehendak kader dan masyarakat mau, maka saya persiapkan diri,” tegasnya.

Nurdin menyimpulkan, kader Golkar sangat militan. Setiap event politik di Sulsel selalu meraih simpatisan masyarakat.

“Golkar andalkan kader karena militan. Golkar tetap terbaik di Sulsel. Karya kekaryaan itu melekat. Itu masuk dalam jantung partai Golkar,” tuturnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Golkar itu gencar melakukan komunikasi dengan sejumlah elit pengusaha. Salah satunya adalah kakak Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Suliman yakni Andi Amran Sulaiman (AAS).

Pertemuan itu saat tertutup, namun NH mengatakan intens akan berkomunikasi dengan AAS untuk kepentingan banyak hal.

“Silaturahmi dengan bapak Andi Amran Sulaeman di Wisma AAS dan berdiskusi ringan tentang hari ini dan hari esok di bidang ekonomi dan politik,” pungkas NH.

Di lokasi yang sama, Farouk M Betta secara singkat menyatakan, akan mempersiapkan dan menjalankan apa yang diamanahkan kepada dirinya.

Langkah awal bakal dilakukan ialah meruskan tentang konsep-konsep persiapan sehingga kedepan akan dijalankan saat pertemuan.

“Kita rumuskan dulu langkah awalnya lalu kita kumpulkan kader,” singkat mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar periode 2012-2019 itu.

Sekedar informasi, pentas Nurdin Halid di panggung politik seakan tak kapok. Sudah dua kali bertarung di Pilgub Sulsel selalu kalah telak.

Terakhir, pada Pilgub Sulsel 2018 lalu, pasangan calon nomor urut 1, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) meraih 1.162.751 suara atau 27.32 persen. Mereka menang di enam Kabupaten/Kota diantaranya, Bone, Selayar, Luwu Timur, Luwu Utara, Pangkep dan Enrekang.

Dengan kata lain, pasangan ini hanya mampu di posisi kedua. Dimana, pasangan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman meraih 1.867.303 suara atau 43,87 persen.

Pengamat politik yang juga Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus menyebut, peluang Nurdin Abdullah sangat besar. Itu jika mengacu pada perolehan suara di Pilgub 2018 lalu.

“Jika melihat ke pengalaman sebelumnya. Maka pak NH dan Azis mampu meraih 1,1 juta lebih suara di tengah hegemoni kekuatan NA – ASS yang ketika itu sangat dominan. Itu modal besar yang bisa dia (NH) andalkan jika kembali maju di Pilgub, apalagi pak NA (mantan Gub tidak maju,” katanya.

Namun, kata dia, itu sepakat jika NH memulainya dengan mengukur kembali respon publik dengan membentuk tim kecil untuk bekerja.

“Harus ada pengukuran ilmiah lewat survey atau cara lain untuk menangkap respon publik atas keinginan itu,” tuturnya.

Nurmal melanjutkan, tentu 2024 akan ada yang berbeda dengan 2018 dengan sekarang, terutama karena suara besar itu diperoleh tak hanya oleh NH tetapi juga ada Azis Qahhar di sana.

“Tetapi apapun itu, saya menganggap peluang besar masih dimiliki NH dengan keinginan itu. Sebab, dia sekarang yang paling tahu cara untuk menang. Dia pernah melewati tantangan itu dan sekarang dia punya peluang meraih perolehan suara itu kembali,” tutup Nurmal. (*)