oleh

Rp1,5 Miliar/Bulan Untuk Sewa Kapal, Isolasi Apung Pemkot Siap Manjakan Pasien

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pasca Pemerintah Kota Makassar resmi menerima pasien isolasi mandiri di atas Kapal KM Umsini (isolasi apung), nampaknya cukup diminati banyak pasien Covid-19 yang bergejala ringan. Hal tersebut berdasarkan data yang masuk di Tim Makassar Recover, pasien yang telah mendaftarkan diri di fasilitas isolasi apung ini hingga Selasa (3/8) hampir mencapai 100 pasien.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto pun mengakui, jika sejak dibuka Senin (2/8) kemarin, ratusan pasien telah mendaftar untuk melakukan isolasi mandiri.

“Sejak Senin sore kemarin hingga Selasa, jumlah pasien isoman yang sudah mendaftar sudah ratusan orang, tapi kita belum masukkan semua sebab harus melalui beberapa prosedur dan persyaratan dulu. Salah satunya harus mendapat pengantar dari Puskesmas dan menunjukkan hasil PCR-nya,” jelas Danny, Selasa (3/8).

Pada intinya kata dia, setiap Puskesmas di Makassar yang jumlahnya 47, telah melaporkan masing-masing berapa surat pengantar yang telah dikeluarkan.

“Kira-kira bisa tiga sampai dua pasien dari setiap Puskesmas. Ya 100 lah kira-kira yang naik hari ini (kemarin),” ujar orang nomor satu kota Makassar tersebut.

Saat ditanya apa saja kendala terkait fasilitas apung saat ini yang dianggap masih kurang termasuk keluhan pasien, Danny mengaku, jika para pasien tersebut umumnya mengaku butuh selimut, bantal dan air minum.

“Tapi Tim Makassar Recover langsung bergerak cepat dan Alhamdulillah hal itu sudah dipenuhi hari itu juga. Bahkan semua keperluan lainnya, termasuk menyiapkan wifi gratis sebagai fasilitas tambahan sementara kita upayakan, agar pasien yang sementara menjalani isolasi mandiri bisa menikmati layanan internet di atas KM Umsini,” jelas Danny.

Saat ditanya berapa anggaran yang digelontorkan untuk menghadirkan fasilitas isolasi apung tersebut, Danny membeberkan jika Pemkot Makassar telah menganggarkan sekira Rp1,5 miliar per bulan dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) APBD 2021.

“Anggaran tersebut di luar dari makan minum pasien isolasi. Anggaran Rp1,5 miliar per bulan itu hanya untuk biaya sewa kapal Umsini milik PT Pelni, dengan kapasitas 900 bed,” terangnya.

Lantas apa saja syarat untuk bisa ikut program ini, Plt Kadis Kesehatan Makassar, dr Andi Hadijah Iriani mengatakan, ada syarat dan ketentuan bagi pasien yang ingin menjalani isoman di atas KM Umsini

“Ada ketentuan dan syarat bisa menjadi peserta isolasi apung ini. Harus mengantongi hasil PCR dari Puskesmas dan membawa surat pengantar serta menandatangani surat bersedia menjalani isolasi,” jelasnya.

Ia pun berharap, dengan hadirnya fasilitas isolasi apung tersebut, dapat mengurangi BOR di rumah sakit dalam menampung pasien Covid-19.
“Pasalnya, saat ini Kota Makassar masuk PPKM Level IV. Maka program ini untuk mengurangi kasus covid yang kian naik,” tutupnya. (D)