oleh

Covid Naik, Tracing Kencang

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemeriksaan antigen dan PCR (polymerase chain reaction) bakal lebih massif dilakukan. Tracing kencang terus dilakukan mengingat tingginya kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto tengah menyiapkan formulasi menyikapi lonjakan covid yang makin menggila. 12 ribu PCR serta 400 ribu antigen disiapkan. “Untuk stok saat ini, ada 12 ribu PCR dan antigen ada 400 ribu,” kata Danny, Selasa (3/8/2021).

Danny mengatakan, sesuai anjuran pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menginstruksikan kepada kepala daerah dan Satgas Covid-19 kabupaten/kota agar meningkatkan testing dan tracing di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV dan III.

“Ini dimaksudkan untuk percepatan penanggulangan pandemi pada masa PPKM melalui penguatan pilar deteksi dengan pelaksanaan peningkatan jumlah pemeriksaan dan pelacakan kontak,” jelas Danny.

Wali kota berlatar arsitek itu menuturkan, Tim Detektor bersama Covid Hunter setiap hari melakukan deteksi di kelurahan dan hecamatan hingga tingkat RT/RW. Tim detektor yang jumlahnya 15.306 personel dan tersebar ke semua RT se-Kota Makassar ini menjalankan misi penyelamatan dari paparan Covid-19.

Besar harapan dengan adanya Tim Detektor, kata Danny bisa meminimalisasi peluang penyebaran Covid-19. Olehnya itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja bersama.

“Kita lihat kelebihannya ini program ternyata banyak warga yang saturasinya di bawah 90 dan suhunya tinggi. Karenanya kita terus lakukan PCR, bukan antigen ke semua warga yang terdata. Kalau tidak ditindaki cepat atau tidak ada Tim Detektor, mana kita tahu,” terangnya.

Sedangkan untuk stok vaksin, Danny mengakui bahwa ketersediaan masih kosong. Oleh sebab itu, ia berharap bagi warga mau mengikuti program vaksinasi bisa mengikuti program yang dilakukan pihak swasta atau kelembagaan lainnya.

“Vaksin milik Tim Covid Pemkot habis. Tapi ada 100 ribu vaksin disiapkan TNI dan Polri. Ini bisa untuk masyarakat umum,” jelas Danny.

Khusus vaksin yang kosong, Juru Bicara Makassar Recover, Aloq Natsar Desi membenarkan, kegiatan vaksinasi di Puskesmas saat ini belum lagi membuka pelayanan vaksinasi pertama, dikarenakan stok vaksin kosong.

Namun ia mengungkapkan tambahan vaksin akan datang pada minggu kedua bulan Agustus 2021. “Ia saat ini stok habis, mungkin minggu kedua bulan ini baru vaksin datang,” kata Aloq.

Terpisah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan pelayanan penanganan Covid-19 meminta ke Kementerian Kesehatan untuk pengadaan alat High Flow Nassal Cannula (HFCN). HFCN sendiri merupakan alat terapi oksigen aliran tinggi yang dapat digunakan untuk menangani pasien Covid-19.

Selain menunggu dari Kementerian Kesehatan, Pemerintah Sulawesi Selatan juga mengadakan alat itu sendiri. Seperti yang diungkapnya Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. “Kemarin kita minta HFNC untuk rumah sakit dan kita juga sudah beli sendiri,” ungkapnya, Selasa (3/8/21).

Andi Sudirman mengaku telah memesan alat HFCN dan beberapa hari kedepan barang tersebut telah tiba di Sulawesi Selatan. “Kita sudah order dan mungkin beberapa hari kedepan sudah bisa tiba barangnya,” ujarnya.

Ia juga menuturkan alat tersebut nantinya akan dijadikan sebagai cadangan oksigen di berbagai rumah sakit dibawah naungan pemerintah provinsi bahkan rumah sakit di kabupaten/kota.

“HFNC ini nantinya adalah sebagai back up untuk RS Dadi, back up untuk RS Labuang Baji, beberapa rumah sakit provinsi dan kabupaten/kota yang kemudian kita minta tukar-tukar atau pinjam-pinjam, tergantung rekondisi ICU,” pungkasnya.

Ketua Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Posko dan Kesekretariatan Covid-19, dr Arman Bausat mengungkapkan penggunaan alat HFNC dikhususkan untuk pasien Covid-19 yang bergejala berat.

“Jadi orang yang sudah sesak sekali, dokter anastesi cenderung pakai itu, itu lebih bagus tidak menyiksa pasien dan bisa dipakai untuk mengalirkan oksigen banyak kepada pasien yang sesak sekali. Dan itu alat nyaman bagi pasien, tidak terlalu bahaya buat pasien. Dan mudah diaplikasikan oleh dokter di ICU,” ujarnya.

Ia mengaku sebanyak 35 unit alat HFNC telah dibeli oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan digunakan dibeberapa rumah sakit dan akan didistribuskan ke beberapa rumah sakit di daerah. “Disamping mensupport rumah sakit provinsi tapi mungkin nanti akan di distribusi di daerah yang sangat membutuhkan,” bebernya.

Untuk pembagian alat HFNC itu sendiri, kata dia, tergantung dari kasus dan trend pasien Covid-19 di rumah sakit. “Tergantung kasusnya, lihat trend pasiennya,” pungkasnya. (*)