oleh

Bupati Gowa Dampingi Menteri Pertanian Buka Sertifikasi Kompetensi THL-TBPP

GOWA, RAKYATSULSEL.CO – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mendampingi Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuka Kegiatan Sertifikasi Kompetensi bagi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) THL-TBPP di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kabupaten Gowa, Senin, (2/8).

Mentan dalam sambutannya mengaku mengapresiasi kegiatan ini. Pasalnya Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) memiliki peran yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas hasil pertanian di Indonesia.

“Saya apresiasi sertifikasi kompetensi penyuluh pertanian ini. Bagaimana pertanian bisa baik salah-satu penentu utamanya adalah penyuluh. Kalian itu penting banget. Adalah kopassusnya kementerian pertanian,” ujarnya.

Apalagi di tengah Pandemi Covid-19 yang belum pasti kapan berakhir ini. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan pertanian tidak boleh berhenti karena ini menyangkut kelangsungan hidup seluruh rakyat Indonesia.

“Tidak ada yang tahu kapan berhati pandemi Covid-19 ini, dan yang pasti tidak boleh berhenti dalam situasi pandemi Covid-19 dan dalam situasi apapun pada pertanian. Kita bisa berlindung dari pandemi ini di dalam rumah tapi kita tidak bisa bertahan kalau tidak ada makanan,” lanjutnya.

Selain itu, Mentan SYL juga menyebutkan bahwa Pertanian ini merupakan salah-satu lapangan kerja dan sebagai obat di masa pandemi Covid-19 ini. Menurutnya pertanian ini adalah sumber nutrisi bagi tubuh.

“Pertanian juga sesuatu yang berkaitan dengan aspek sosial kemasyarakatan. Hanya pertanian yang baik yang bisa saling tolong menolong, misalnya saling memberi beras dan pertanian mengundang aspek pemerintahan karena kalau mau rakyat aman, damai dan teratur penuhi pertanian berarti penuh makanannya,” tandasnya.

Olehnya dirinya berharap kepada seluruh THL-TBPP untuk terus melakukan pendampingan kepada para petani agar hasil pertanian meningkat khususnya di masa Pandemi Covid-19 ini.

“Penyuluh itu pendamping petani, sumber informasi petani jadi jika penyuluh banyakan dikota daripada didesa maka rusak ini karena penyuluh harusnya didesa membimbing petani, penyuluh adalah komunikator, penyuluh itu integrator, penyuluh adalah motivator, penyuluh adalah organisator, penyuluh adalah dinamisator. Ini terus saya pantau,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi dalam laporannya mengatakan bahwa melalui kegiatan Sertifikasi kompetensi ini, diharapkan dapat melahirkan penyuluh pertanian yang kompeten, profesional dan berdaya saing, serta responsif dalam pelaksanaan tugasnya.

Selain itu, Dedi berharap kegiatan ini mampu menjadikan penyuluh pertanian yang bisa bekerja cepat, cermat, akurat, memiliki target yang jelas, mampu bekerja sama, taat aturan, serta memiliki kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 yang menuntut perubahan yang dinamis.

“Sertifikasi adalah proses akhir dari pelatihan pelatihan peningkatan kapasitas tersebut. Jadi sertifikasi itu dalah bukti bahwa THL-TBPP yang Insyah Allah dalam beberapa hari ini akan mengikuti sertifikasi adalah kompeten sebagai penyuluh pertanian dilapangan,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gowa, Sugeng Priyanto dan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, Hj. Suhriati. ( * )