oleh

Stok Vaksin di Sulsel Kembali Aman

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sulawesi Selatan kembali menerima stok vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat. Jumlahnya mencapai 7.626 vial.

Masing-masing 3.730 vial vaksin Moderna dan 3.896 vial vaksin Sinovac. Sebelumnya, vaksin sempat menipis 4 hari sebelum ada suplai dari pemerintah pusat.

Pelaksana tugas (Plt) Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammadong mengatakan, distribusi vaksin ke kabupaten/kota mulai hari ini Minggu (1/8/21) kemarin.

“Distribusi dilakukan setelah Pemprov Sulsel menerima stok vaksin dari pemerintah pusat, Jumat 30 Juli lalu,” ujar Muhammadong.

“Olehnya itu hari ini (kemarin) kita mulai distribusi vaksin. Atas usulnya Pak Gubernur kita cepat antisipasi dan distribusikan,” sambungnya.

Vaksin ini distibusikan terutama bagi daerah episentrum wilayah dan perkotaan. Namun, kabupaten/kota lainnya juga mendapatkan jatah vaksin.

“Sudah ada tiga kabupaten kita distribusikan untuk hari ini (kemarin). Kabupaten Tana Toraja, Luwu Utara dan Bone. Kami sudah sampaikan ke setiap kabupaten/kota, nanti mereka yang akan datang ambil sesuai dengan jatahnya. Kami minta mereka secepatnya,” sebutnya.

Muhammadong menyatakan bahw distribusi vaksin dari pemerintah pusat sudah mulai masuk dan lancar di bulan Agustus ini. Sehingga ia meyakini dapat dilakukan percepatan vaksinasi dengan dukungan ketersediaan stok vaksin.

“Kami melakukan percepatan vaksinasi, apalagi pasca dicanangkannya gerakan Sulsel Kebut Vaksinasi. Ini terlihat tanda-tandanya sudah mulai lancar, sesuai janji yaitu mulai bulan Agustus,” ucapnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Sulawesi Selatan, Ichsan Mustari mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini terus menggenjot program vaksinasi. Pasalnya capaiaan vaksinasi masih rendah baru sekitar 22 persen dari target tujuh juta penduduk.

Program serbuan vaksin yang di gelar di sejumlah lokasi di Sulawesi Selatan cukup menarik minat masyarakat. Sejumlah lokasi vaksinasi diserbu warga dan melampui target yang diharapkan.

Banyaknya warga yang mulai sadar untuk divaksin membuat harapan angka vaksinasi di Sulawesi Selatan bisa meningkat.

“Mempercepat proses vaksinasi, kalau kita tunggu lama, ini kita berlomba. Vaksin kita percepat, capiaan target 7 juta lebih, tapi baru 1,5 juta atau 22 persen,” jelas Ichsan Mustari. (D)