oleh

Polda Sulsel Tetapkan 13 Tersangka Kasus Korupsi RS Batua

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) akhirnya mengumumkan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua Makassar.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Res Krimsus) Polda Sulsel menetapkan 13 orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan puskesmas menjadi RS Tipe C itu. Jumlah kerugian negara ditaksir mencapai Rp22 miliar.

Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Krimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri saat merilis pengungkapan kasus.

“Tahap satu pembangunan dianggap total lost, kerugian negara kisaran Rp22 miliar lebih, hasil audit dari BPK RI. Yang kita tetapkan tersangka 13 orang. Kemudian bisa berkembang,” ucap polisi berpangkat tiga bunga melati ini di hadapan awak media.

Identitas tersangka tidak dirinci secara utuh. Namun, para tersangka punya keterlibatan dengan proyek pembangunan rumah sakit milik Pemkot Makassar itu. Di antara mereka ada dari pihak kontraktor, pejabat di dinas kesehatan (diskes).

“Kami sampaikan inisialnya saja, dokter AN (pengguna anggaran 2018), doktor SR (kuasa pengguna anggaran 2018), MA (PPTK), FM, HS (Pokja 3), NW, AS, MK, AIAS (kuasa direktur), AEH (direktur perusahaan), DR, APR, RP,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan menambahkan. (*)