oleh

Plt Gubernur Sulsel Minta Perluas Ruang ICU

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta seluruh jajaran pemerintah bekerja mati-matian untuk menekan angka kematian pasien Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, dirinya telah merapatkan dan mengajukan proposal untuk memperluas daya tampung di ICU.

“Kita sudah rapat maraton. Sudah kita usulkan untuk memperluas (mengextend) ICU-nya,” ujarnya Minggu (1/8/21).

Hal itu dilakukan mengingat tingginya angka terkonfirmasi Covid-19 di Sulawesi Selatan membuat Bed Occoupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit di Bone dan Rumah Sakit Labuang Baji Makassar hampir penuh.

Andi Sudirman Sulaiman berharap daerah membuka extended room (ruang tambahan) untuk ruang isolasi bagi pasien Covid-19.

“Kami berharap Walikota dan Bupati agar wilayah dengan angka penyebaran Covid-19 meningkat untuk membuka fasilitas terintegrasi RSUD, extended rooms isolasi mandiri bagi warga sekitar terkonfirmasi positif Covid-19 dengan menyiapkan FIT,” pintanya.

Kata dia, setiap daerah membuka ruang isolasi FIT dengan kapasitas sebanyak 100 tempat tidur. “Sehingga lebih mudah dipantau bagi yang OTG dan bergejala ringan oleh tenaga medis. Hal ini juga untuk menekan keterisian tempat tidur di ruang ICU,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Sulsel tertanggal 30 Juli 2021, adapun situasi tempat tidur ICU di RS Rujukan dan non Rujukan Covid-19 di Sulsel telah terpakai sebanyak 173 tempat tidur dari total tersedia 306 tempat tidur.

Data tersebut merupakan akumulasi dari BOR di Kabupaten/Kota se Sulsel, dengan rincian ICU tanpa ventilator telah terpakai 95 tempat tidur atau 64 persen dan ICU dengan ventilator telah terpakai 78 tempat tidur atau 49 persen.

“Kita tidak ingin BOR ICU melebihi 70 persen. Olehnya itu diharapkan Kepala Daerah Kabupaten/Kota memastikan BOR ICU tidak melebihi 70 persen dengan Konversi TT,” katanya.

Andi Sudirman pun menghimbau agar Kepala Daerah untuk terus berupaya menggencarkan dalam upaya Sulsel Kebut Vaksinasi. Sebagai salah satu langkah menekan penyebaran Covid-19.

“Mari kita bersama untuk terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sebagai langkah untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok),” tegasnya.

Selain perluasan di ICU, dirinya juga mengungkapkan akan melakukan pencadangan oksigen di tempat isolasi termasuk tempat isolasi terpusat yang ada di Makassar seperti FIT Asrama Haji sebagai pertolongan pertama.

“Kemudian yang kedua tentu kita akan melakukan seperti misalnya pencadangan kaya oksigen di tempat isolasi walaupun isolasi seperti di Asrama Haji kita akan taruh disana karena untuk pertolongan pertama,” ucapnya.

Ia mengungkapkan langkah-langkah tersebut tidak lain adalah upaya yang dilakukan untuk menekan angka kematian akibat Covid-19.

“Tentu dengan upaya ini semua tidak lain untuk menekan angka kematian dan perlu saya sampaikan bahwa memang Covid-19 pada gelombang ini, itu ketika menyerang artinya lebih mematikan,” terangnya.

Terakhir, ia meminta masyarakat untuk memperketat lagi protokol kesehatan terutama masyarakat yang memiliki penyakit penyerta lain yang lebih berbahaya ketika terserang Covid-19.

“Kami berharap supaya lebih kencang protokol kesehatan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari menyampaikan, bahwa sudah ada beberapa daerah yang mengusulkan untuk turut membuka Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) yang merupakan inisiasi oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

“Iya, sudah ada yang mengusulkan membuka di Kabupaten Luwu Timur dan Palopo,” sebutnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, Intensive Care Unit (ICU) Bed Occupancy Rate (BOR), ada 97 titik yang dicover. Berbeda dengan rumah sakit.

Danny Pomanto juga menggelar simulasi pengoperasian Isolasi Apung Kapal Pelni KM Umsini, di dergama Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Minggu (1/8/2021).

Tujuan simulasi ini dalam rangka persiapan program Isolasi apung terpadu yang rencananya dilaunching hari ini, Senin (2/8/2021) di KM Umsini. Sekaligus dilakukan penandatanganan kerjasama antara Pemkot Makassar dengan Kementrian Perhubungan RI beserta PT Pelni.

Melihat persiapan yang dilakukan seluruh pihak yang terlibat di dalamnya, Danny mengatakan teknis persiapan yang dilakukan dalam simulasi cukup baik dan tidak ada yang berubah.

“Saya melihat persiapannya cukup baik, cuma sistem sterilisasi yang akan kita sempurnakan, mekanisme orang orangnya sudah terlatih semuanya, termasuk situasi emergency, jika ada yang berkelahi dan melompat ke laut,” ucapnya.

Mengenai jumlah Isoman dan Isowoman yang akan dirawat di kapal isolasi apung saat ini, kata Danny masih butuh updatenya secara keseluruhan.

“Minggu lalu kita siapkan ada 500 orang, tapi ternyata mereka sudah sembuh, sisa tinggal 112 ternyata juga sudah sembuh, besok baru kita terima updatenya karena 5 hari orang sudah bisa sembuh sebelum masuk kesini,” jelasnya.

Selanjutnya pasien menuju ke Kapal Umsini, pasien akan dibawa dengan menggunakan kapal kecil yang disiagakan di dermaga pelabuhan Soekarno Hatta. (*)