oleh

Dugaan Korupsi RS Batua Makassar, Laksus: Sejak Awal Kami Duga Bermasalah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Lembaga Anti Korupsi Sulsel (Laksus) menduga proyek pembangunan RS Batua Makassar sejak awal sudah bermasalah.

Direktur Laksus, M.Ansar menduga sejak awal bahwa bangunan RS Batua ini total loss. Artinya ada korupsi massal didalamnya.

Sehingga menurutnya sangat tepat jika pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsu) Polda Sulsel pernah mengatakan bahwa tersangka dalam pembangunan rumah sakit ini lebih dari 7 orang.

“Jadi masuk akal jika pihak Ditreskrimsus menyebut itu. Patut diapresiasi keseriusannya,” kata M.Ansar, Senin (2/8).

Hanya saja, M. Anasar berharap pihak yang di tersangkakan dalam kasus ini bisa sampai akar-akarnya. Sebab ia menduga ada oknum dari pihak pemerintah Kota Makassar yang ikut bermain.

“Ada pihak yang ikut memanfaatkan proyek ini untuk mengambil keuntungan. Semoga Polda mengungkap itu atau itu bisa terungkap saat persidangan nantinya,” ungkapnya.

Diketahui, Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel telah  menerima hasil audit kerugian negara dari kasus pembangunan Rumah Sakit Batua, Kota Makassar.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LPH) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI diketahui bahwa hasil kerugian negara dari pembangunan Rumah Sakit Batua Makassar senilai Rp20 miliar sekian alias total lost. (*)