oleh

Polda Sulsel Umumkan Tersangka RS Batua Pekan Depan, Ada Nama Mantan Kadinkes Makassar?

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel telah melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi RS Batua. Rencananya, Polda akan umumkan tersangka proyek bangunan 2018 ini, Senin (2/8) pekan depan.

Meski telah dikantongi nama tersangka namun Polda Sulsel belum mau membeberkan. Informasi yang dihimpun, salah satu yang terendus ada nama mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Makassar, Naisya T Azikin.

Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Fadli mengatakan pihaknya akan mengumumkan tersangka RS Batua pekan depan yang rencananya akan disampaikan Kapolda Sulsel dan Dirkrimsus Polda Sulsel.

“Minggu depan rilis bos,” singkat Fadli, Jumat (30/7).

Ditanya soal tersangka yang menyeret mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisya T Azikin, Fadli tak bicara banyak. “Sabar bos,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulsel, M Ansar, mengapresiasi kinerja Polda Sulsel yang menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus ini.

“Korupsi adalah kejahatan yang merampas hak rakyat untuk menikmati pembangunan dan pelayanan publik,” kata Ansar, Jumat (30/7).

Ia pun berharap tersangka yang telah ditetapkan ini benar-benar sesuai yang seharusnya. KPA, PPK, dan Konsultan Pengawas menurutnya wajib terseret dalam kasus ini.

Diketahui, pembangunan rumah sakit ini tahap I dianggarkan 2018 dengan nilai pekerjaan Rp25,5 miliar lebih. Pekerjaan tersebut dilaksanakan PT Sultana Anugerah dengan konsultan pengawas CV Sukma Lestari.

RS ini kemudian mendapat usulan tambahan anggaran sebesar Rp100 miliar. Anggaran itu kemudian direfocusing ke angka Rp70 miliar. Namun pada akhirnya, anggaran tambahan yang disepakati sebesar Rp50 miliar menggunakan APBD tahun 2020.

Tahun ini, Pemkot Makassar mengalokasikan Rp20 miliar dari awal Rp75 miliar melalui APBD Pokok 2021 di masa Pj Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin. Anggaran itu untuk merampungkan bangunan yang sudah dua tahun terbengkalai. (*)

Komentar