oleh

Digelar Virtual, Koopsau II TNI AU Gelar Upacara Peringatan Hari Bakti ke-74

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Upacara peringatan ke-74 Hari Bakti TNI Angkatan Udara tahun ini dilaksanakan secara berbeda. Kali ini dilaksanakan virtual dan terpusat dari GSG IG Dewanto, Denma Mabesau, Cialngkap, Jakarta Timur, Kamis (29/7).

Kegiatan ini dipimpin Inspektur Upacara Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Pangkoopsau II Marsda TNI Minggit Tribow mengikuti upacara peringatan ke-74 Hari Bakti TNI Angkatan Udara di Lobi Makoopsau II, Makassar. Ia didampingi Kas Koopsau II, Asops Kaskoopsau II, Aspers Kaskoopsau II, dan Asintel Kaskoopsau II.

Pelaksanaan upacara secara virtual tidak lain karena belum meredanya pandemi Covid-19. Meski secara virtual, upacara tetap berlangsung khidmat sekitar 20 menit, diikuti seluruh anggota Makoopsau II melalui live streaming Airmen TV dan Facebook TNI Angkatan Udara diruang masing-masing.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengenang peristiwa heroik 29 Juli 1947 sangat penting menumbuhkan semangat pengabdian para generasi penerus, dalam perjuangan yang berkelanjutan, guna memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan segenap tumpah darah Indonesia.

Kebutuhan akan pengabdian TNI Angkatan Udara, sambung Kasau, akan menjadi semakin tinggi, mengingat pandemi COVID-19 masih melanda tanah air dan memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia.

Fadjar–sapaan akrabnya, menambahkan, esensi dari peringatan hari bakti, berupa pengabdian tanpa batas dari segenap keluarga besar TNI Angkatan Udara, harus dapat senantiasa terwujud. TNI Angkatan Udara telah dan akan senantiasa memberikan upaya terbaik, guna membantu pemerintah dalam mempercepat penanggulangan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Di tengah kondisi sulit ini, lanjut Kasau, TNI Angkatan Udara harus dapat menjadi pelopor dan mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan optimisme sebagai suatu bangsa.

“Dari pandemi ini, kita belajar saling berempati dan turut merasakan kesulitan masyarakat di sekeliling kita. Wabah ini juga mengajarkan kita untuk bersatu dan saling bahu membahu sebagai satu bangsa,” tegasnya.

“Kita harus berjuang dan bangkit bersama, saling mendukung dan saling meringankan beban saudara sebangsa dan setanah air,” tutupnya. (*)