oleh

Dewan Minta Pemkot Libatkan Kader Posyandu

Data Kesehatan Masyarakat

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Yeni Rahman meminta pada Pemerintah Kota (Pemkot) agar melibatkan kader posyandu dalam rangka mencari data kesehatan masyarakat untuk digunakan dan membantu menuntaskan masalah Covid-19. Selain itu, langkah ini juga dinilai bisa meminimalisasi anggaran.

“Sebelumnya saya sudah bilang bahwa mendingan dilibatkan kembali kader-kader posyandu. Mereka paham soal kesehatan. Selain itu, untuk anggarannya juga bisa diminimalisir. Kader posyandu ini saya melihatnya secara objektif,” ujarnya, Rabu (28/7).

Menurut Yeni, kader posyandu sedikit-banyak mengetahui kondisi kesehatan masyarakat. Pengetahuan dan informasi mereka jelas diperlukan dalam rangka mengetahui penyebaran Covid-19 di Makassar dan untuk memudahkan vaksinasi.

“Posyandu sedikit banyak tahu kondisi kesehatan masyarakat. Pertama masalah anak tahu kalau dia gizi buruk, bagus ASI-nya. Mereka juga punya data tentang lansia. Jadi saya merasa mereka itu keren sekali,” harapnya.

Apalagi, lanjut Yeni, gaji mereka cuma Rp 100 ribu per bulan, dapatnya per tiga bulan dan dipotong PPh mereka sudah senang sekali.

“Maksud saya kita sudah lihat kinerja mereka. Bahwa dia pahlawan kemanusiaan karena sudah teruji. Gaji cuma puluhan ribu per bulan mereka semangat mencari data,” terangnya.

Meski demikian, dia sepakat dengan pemerintah jika harus tahu data masyarakat di level RT/RW. Dirinya sejak dulu sudah menyarankan bahwa butuh data kesehatan masyarakat.

“Misalnya si A, fungsinya untuk membuat program di kelurahan sesuai penyakit masyarakat di kelurahan itu. Jadi perlu memang pengelolaan data. Dan sumbernya ada di Puskesmas,” tambah Yeni.

Olehnya itu, Yeni berharap Pemkot Makassar tidak membuat program yang terlalu banyak. Sisa dilakukan saja koordinasi dan memanfaatkan tenaga yang ada, seperti posyandu.

“Jadi tidak perlu membuat yang baru, itu saja dikoordinasikan, meminimalisir anggaran. Kalau terlalu banyak maunya pemerintah yah simpan-simpan mi dulu anggaran untuk cadangan. Kita mengiginkan kolaborasi bersama, hilangkan unsur politik atau apalah namanya. Kondisi Makassar itu bukan hanya Pemerintah Kota yang bisa memikirkan tapi ada masukan di masyarakat atau di manapun jangan anggap itu menghalang-halangi program. Karena yang menginginkan kota ini baik adalah semuanya,” tutup Yeni. (Yad/C)