oleh

RSUD Daya Keluhkan Lambannya Penjemputan Jenazah Pasien Positif Covid-19

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Direktur Utama (Dirut) RSUD Daya, dr Ardin Sani mengeluhkan lambannya penjemputan jenazah pasien positif Covid-19 oleh Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel.

Kata Ardin, sejak Sabtu hingga Minggu pekan lalu, ada empat jenazah pasien positif Covid-19 yang pemulasarannya ditangani RSUD Daya. Keempat jenazah rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Khusus Macanda, Kabupaten Gowa.

Namun sayang, Satgas Covid-19 Sulawesi Selatan lamban merespon. Akibatnya, jenazah tertahan lebih dari 24 jam sehingga mengeluarkan bau tak sedap. Padahal sejak awal pemulasaran, RS Daya sudah menginput data jenazah dan terlapor ke Satgas Covid-19 untuk dimakamkan di Macanda.

“Sejak awal jenazah ditangani, kami sudah berkoordinasi dan memasukkan data jenazah yang bersangkutan untuk dijemput satgas. Namun ternyata responnya sangat lamban,” kata dr Ardin, Rabu (28/7).

Dia menerangkan, pada Sabtu pekan lalu, ada tiga jenazah yang ditangani. Dua diantaranya adalah orang yang melakukan isolasi mandiri namun meninggal di rumahnya. Pihak RS Daya kemudian diberi tanggung jawab untuk melakukan pemulasaran jenazah.

Seharusnya setelah melewati proses pemulasaran, jenazah segera dijemput untuk dimakamkan. Namun sayang, jenazah baru dijemput Minggu dinihari sekitar pukul 03.00. wita.

Sementara ada satu jenazah yang meninggal di RS Daya pada Senin, kemudian dilakukan proses pemulasaran. Namun nanti dijemput oleh Satgas covid pada Selasa dinihari pukul 01.00 wita.

“Kami beberapa menghubungi media center satgas covid, namun kita disuruh bersabar. Karena disebutkan mereka sangat sibuk. Jenazah yang di RS Daya masuk dalam antrean 32 dari 52 jenazah yang ditangani,” tutur Dr Ardin.

Dia berharap respon yang lebih cepat dari satgas covid provinsi untuk mengambil jenazah yang ingin dimakamkan di pekuburan Macanda. Jangan sampai terlalu lama di rumah sakit hingga kondisi jenazah sudah tidak baik. (*)