oleh

Covid-19 Melonjak, Dinkes Sulsel Minta Warga Patuh Protkes

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sulawesi Selatan mengalami kelonjakan kasus yang sangat drastis hingga menembus angka 1.286 kasus terkonfirmasi Covid-19 selama 1,5 tahun terakhir.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sulsel, dr Nurul mengatakan, kelonjakkan ini sebabkan karena protokol kesehatan yang tidak secara massif dilakukan.

“Itu tadi, kita masih protokol kesehatan yang tidak secara masif dilakukan bersama-sama, jadi hanya sebatas mereka yang menyadari bahwa ini penting, ini perlu untuk mencegah penularan, tetapi tidak dilakukan bersama-sama dengan semua komponen,” ucap dr Nurul, Selasa (27/7).

Nurul juga mengatakan masyarakat harus lebih peduli lagi dengan kondisi saat ini karena diindikasikan varian delta telah ada di Sulawesi Selatan yang mempunyai tingkat penyebaran yang cukup cepat. Sehingga, pihaknya berharap masyarakat tidak kendor dalam protkes.

“Kita berharap masyarakat lebih memahami kondisi ini dan kehati-hatian untuk berinteraksi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, baik pemerintah maupun masyarakat harus siap dengan upaya-upaya pencegahan yang harus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang naik terutama penanganan bagi yang dirujuk ke rumah sakit.

“Jadi kita berharap semuanya siap baik dari tingkat upaya pencegahan yang dilakukan dari Pemerintah bersama-sama masyarakat maupun juga upaya untuk pengendaliannya, terutama penanganan-penanganan untuk kasus yang sudah ada dirujuk di rumah sakit,” bebernya.

“Nah itu yang perlu kami perhitungkan juga kapasitas rumah sakit untuk menampung seandainya ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota harus melakukan upaya bersama mengantisipasi kasus-kasus tersebut,” tuturnya.

Untuk pemberlakuan PPKM Darurat sendiri di Sulawesi Selatan, dirinya mengatakan masih perlu banyak kajian terkait hal itu tetapi harus juga siap dengan kemungkinan yang terjadi.

“Kalau itu kan kita perlu banyak kajian ya. Intinya kita harus siap-siap untuk lakukan itu, kita harus bersiap untuk melakukan itu. Kalau yang level 4 itu kan yang di Jawa perlu dilakukan tapi itu juga masih belum bisa menyelesaikan kasus yang minggu ini ya. Artinya kita usahakan juga harus belajar dari hal tersebut maka harus siap,” pungkasnya. (*)