oleh

Administrasi Pembebasan Lahan KA Rampung 100 Persen

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Progres pembangunan Kereta Api (KA) di Sulsel dikebut. Lahan yang menjadi kendala ditarget diselesaikan segera. Apalagi, target tahun 2022, KA sudah dapat dimanfaatkan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah mengatakan, progres pembangunan berjalan tanpa kendala. Ditargetkan pembebasan lahan paling lambat rampung bulan depan.

“Progress Maros 98 persen dan Pangkep sekitar 80 persen,” kata Arafah, Sabtu (24/7).

Dengan begitu, lanjutnya tersisa 150 bidang tanah di Maros yang mesti dibebaskan, sementara di Pangkep sebanyak 400 bidang.

“Tahun depan targetnya sudah fungsional untuk operasional Tonasa-Garongkong,” terangnya.

Arafah menambahkan, jalur KA nantinya melintasi Parepare, Barru, Pangkep, Maros, hingga Makassar. Tak sampai di situ, pembangunan itu juga diproyeksikan akan terhubung sampai Makassar New Port (MNP).

“Untuk sampai MNP rencana dimulai tahun depan,” paparnya.

Terpisah, Kepala ATR/BPN Pangkep, Siti Aminah menjelaskan pembebasan jalur KA sepanjang Mandalle-Minasatene secara administratif sudah rampung 100 persen. Pihaknya sisa menunggu pembayaran dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk 57 bidang yang masuk dalam siding track dan stasiun.

“Untuk main line itu sudah rampung 100 persen. Sudah selesai dibayarkan secara keseluruhan. Sementara untuk siding track dan stasiunnya sisa 57 bidang. Ini secara administrasi juga sudah selesai. Hanya menunggu pembayarannya dari LMAN,” jelasnya, baru-baru ini.

Lebih lanjut dijelaskan, pembayaran akan dilakukan langsung saat LMAN mengirim pembayaran ganti rugi untuk siding track dan stasiun.

“Kita tidak lama melakukan pembayaran. Begitu cair. Hanya empat hari batas pembayarannya. Maka kita langsung bayarkan. Harapannya segera cair agar selesai semuanya,” ungkapnya.

Pembebasan untuk jalurnya telah diselesaikan untuk 2.196 bidang, 159 bidang di antaranya dibayarkan langsung sementara sisanya melalui proses konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN).

Begitu juga katanya untuk fasum-fasos milik pemerintah itu sudah selesai administrasinya, namun masih menunggu proses relokasi yang dilakukan untuk mengganti bangunan tersebut yang terdampak jalur KA.

“Kita targetkan akhir 2021 sudah tembus jalur Barru-Pangkep dan Maros. Pengerjaan terus dimasifkan di titik-titik jalur tersebut. Apalagi yang selama ini menjadi kendala yaitu pembebasan lahan sudah diselesaikan,” bebernya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangkep, Abbas Hasan mengaku pengerjaan jalur terus dilakukan, sementara untuk relokasi fasum-fasos itu masih dalam pembahasan terkait lokasinya yang belum dibangun.

“Kita masih rapatkan soal lokasi fasum-fasos itu,” tambahnya.
Ratusan bidang tanah pada proyek pengadaan tanah pembangunan jalur rel kereta api di Kabupaten Maros juga dititip di Pengadilan Negeri Maros. (*)