oleh

HUT PKB ke-23, DPW PKB Sulsel Doakan Indonesia Bebas Covid-19

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulsel menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara terutama dari wabah Corona, Sabtu malam (24/7). Acara yang dilakukan dengan protokol kesehatan itu diikuti secara terbatas. Giat itu digelar sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PKB yang ke-23.

Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad mengungkapkan, doa bersama dalam kegiatan HUT PKB ke-23 sebagai bentuk keprihatinan PKB terhadap bangsa ini. Pasalnya, segala upaya telah dilakukan tetapi belum juga tuntas dari Virus Corona.

“Yang dihadapi bangsa ini sangat berat. Hampir semua cara pendekatan melalui pengetahuan belum juga tuntas dari virus ini,” kata Azhar.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel ini melanjutkan, semoga dengan doa, wabah virus Corona dapat segera selesai dan perekonomian pulih kembali. “Sudah saatnya bermunajab dan meminta pertolongan kepada Allah SWT,” jelasnya.

Adapun Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam sambutannya melalui virtual menghimbau kepada seluruh kader partai agar tetap solid dan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat. Karena sejauh ini elektabilitas PKB sudah berada di urutan ketiga dari sejumlah lembaga survei.

“Karena kita menunjukkan tanggung jawab kepada negara, bangsa, dan tanah air sehingga masyarakat mempercayai PKB. Baik di level pusat dan daerah,” ucapnya.

Cak Imi-sapaan akrab Muhaimin Iskandar menjelaskan, PKB telah menjejaki usia 23 tahun. Ada tiga agenda besar yang dijalankan PKB di usia yang bertambah.

Pertama, ulas Cak Imin, seluruh kader PKB harus memperkuat peran dan kehadiran di tengah masyarakat. Ia menekankan setiap kader PKB memikul tanggung jawab yang diuji langsung oleh rakyat.

Kader PKB pandai-pandailah berperan di semua level. PKB harus menjadi pendorong keberhasilan pemerintah mengatasi keadaan sulit saat ini. “Kita harus menyuguhkan jalan penyeimbang mengatasi problem bangsa di masa sulit,” urainya.

Agenda kedua, yakni penguatan dan penyempurnaan sistem politik baru. Dia menjelaskan salah satu agenda penyempurnaan sistem politik PKB adalah dengan penguatan legislatif di semua tingkatan, sebagai bagian dari upaya mensinergikan program-program nasional hingga efektif di tingkat daerah.

Ia mengemukakan, agenda mendesak adalah membangun demokrasi yang bermartabat, bermanfaat, yang memberi hasil langsung dan nyata dinikmati masyarakat.

“Bukan demokrasi untuk euphoria dan hanya untuk kepentingan penguasa belaka, tetapi demokrasi yang produktif, dan demokrasi yang menghasilkan percepatan, keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan,” paparnya secara virtual.

Sementara itu, agenda ketiga yang dilakukan PKB yakni memperbanyak kader militan yang tangguh dan siap memimpin jabatan publik.
Upaya tersebut, Pengembangan kader, kata dia, harus dikelola dengan baik, mulai dari pembentukan kapasitas dan kemapuan setiap kader PKB yang akan mengisi jabatan publik. (*)