oleh

DPD II Golkar Genjot Kepengurusan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pembentukan kepengurusan DPD II Partai Golkar di Sulsel tengah digenjot. Dari 16 DPD II yang telah menggelar Musyawarah Daerah (Musda), masih ada tujuh DPD II yang belum merampungkan stuktur partainya.

Mulai dari DPD II Partai Golkar Makassar, DPD II Partai Golkar Bone, DPD II Partai Golkar Gowa, DPD II Partai Golkar Jeneponto, DPD II Partai Golkar Bantaeng, DPD II Partai Golkar Sinjai dan DPD II Partai Golkar Takalar.

Ketua DPD II Golkar Bantaeng, Meyrza Farid Arman mengaku pembentukan kepengurusannya telah mencapai 90 persen. “Insya Allah pekan ini kita sudah rampungkan,” katanya, Minggu (25/7).

Untuk posisi sekretaris dan bendahara partai, Meyrza mengaku tengah digodok. “Formatur lagi godok. Mungkin satu kali lagi kita rapat kita akan tetapkan,” jelasnya.

Terkait penandatanganan pakta integritas bagi semua kader, Meyrza Farid menunggu kepengurusan rampung hingga 100 persen. “Jika tidak ada masalah tentang kepengurusan ini, kita akan lakukan penandatanganan pakta integrtas kemudian diserahkan ke DPD I untuk disahkan,” terangnya.

Ketua DPD II Golkar Sinjai, Andi Kartini Ottong mengaku kepengurusannya telah rampung dan akan segera menyerahkan ke DPD I untuk dibuatkan surat putusan (SK).

“Sudah selesai, ini tinggal kita mau serahkan ke DPD I,” katanya.

Meski pelaksanaan Musda beberapa waktu lalu ada riak-riak kader, Wakil Bupati Sinjai ini tetap mengakomodir kader tersebut. “Kita tetap akomodir semua,” ucapnya.

Sementara itu, DPD II Partai Golkar Makassar menggelar penandatanganan pakta integritas untuk calon pengurus periode 2021-2026. Penandatanganan pakta integritas digelar di Sekretariat DPD II Golkar Makassar, Jalan Lasinrang, Sabtu dan Minggu (24-15/7/2021).

Penandatanganan pakta integritas ini terbilang lain. Lazimnya, DPD II Golkar daerah lain menggelar penandatanganan pakta integritas setelah SK Kepengurusan diterbitkan.
Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin membeberkan alasannya.

“Kenapa kita dahulukan pakta dulu? Karena kami ingin ada pernyataan komitmen dulu. Kemudian siap ber-partai Golkar. Jangan sampai setelah di dalam, ternyata ada suara-suara tidak enak didengar,” kata Appi–sapaan karib Munafri.

Munafri juga mengucapkan selamat datang kepada calon pengurus baru Golkar Makassar. Ia berharap, para calon pengurus ini bisa harmonis dan bahu membahu membesarkan partai.

“Ini adalah titik awal perbuatan kita untuk bersama-sama bekerja sebagai pengurus dalam memperjuangkan cita-cita Golkar,” lanjut Direktur Utama klub sepakbola PSM Makassar ini.

“Insya Allah niat baik kita adalah membawa Kota Makassar lebih baik lagi dibanding dengan apa yang kita rasakan saat ini. Mari bersama-sama kita bernaung di bawah rindangnya beringin Golkar,” demikian Munafri.

Terpisah, Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Zulham Arief mengatakan sampai saat ini belum ada perkembangan dari tujuh daerah tersebut. “Mungkin lebih baik langsung ke ketua DPD II masing-masing. Kami di DPD I menunggu,” katanya.

Tapi Zulham mengapresiasi DPD II Golkar Kota Makassar dibawa kepemimpinan Munafri Arifuddin yang mendahulukan penandatanganan pakta integritas yang sebelum-sebelumnya Surat Putusan (SK) lebih awal kemudian penandatanganan pakta integritas.

“Apa yang dilakukan oleh DPD II Kota Makassar cukup bagus dan saya lihat pak Appi ingin mensolidkan pakta integritas lalu dia usulkan. Percuma diusulkan tapi pada akhirnya dia tak ingin bekerja,” tuturnya.

Zulham pun menyebutkan jika kepengurusan DPD II kota Makassar akan diserahkan dalam waktu dekat ini. “Kan beliau (Appi) selalu berkomunikasi dengan pak ketua (Taufan Pawe) jika pekan ini penandatangan pakta integritas selesai dan pekan itu baru dia usulkan (ke DPD I Golkar Sulsel),” jelasnya. (*)