oleh

Terkait Rumah Tahfidz Ditutup, Rahman Pina: Buka, Itu Jalan Umum

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota DPRD Sulsel, Rahman Pina angkat bicara terkait oknum Legislator PAN DPRD Pangkep, Amirudin yang diduga telah menembok pintu masuk Rumah Tahfidz di Kelurahan Masale Makassar.

Mantan anggota DPRD Kota Makassar, itu menilai area tersebut merupakan jalan umum yang masuk pada ranah fasilitas umum (fasum) sehingga dia meminta kepada oknum bersangkutan agar membongkar blokade pintu rumah Tahfidz.

“Terkait pintu Rumah Tahfidz yang ditutup di Makassar, saya berharap dibuka!, karena itu jalan umum,” tegas Rahman Pina, Sabtu (24/7).

Menurut ketua AMPG Sulsel ini, jalan depan rumah Amiruddin itu adalah fasilitas umum berupa jalan dilintasi oleh warga pada umumnya. Sehingga tak ada alasan mendasar saudaraku untuk menutup akses warga lainnya.

“Ini malah bisa masuk kategori penyerobotan hak orang lain. Bisa berdampak hukum. Apalagi pembangunannya tanpa izin pemerintah setempat,” terangnnya.

Dengan segalah kerendahan hati, lanjut politisi Golkar itu. Dia berpesan kepada Amiruddin, memang betul itu adalah pintu samping, bukan pintu utama masuk ke rumah tahfidz. Tapi sekalipun demikian, adalah menjadi tugas semua orang, membantu siapapun yang punya niat baik membina generasi muslim
Yang baik.

“Jangankan sesama muslim, ummat berbeda agama pun selayaknya kita bantu. Bahkan  sekiranya itu adalah hak saudaraku, ikhlaskan,” kata anggota DPRD Sulsel daerah pemilihan Makassar.

Legislator Golkar Sulawesi Selatan daerah pemilihan Makassar menyampaikan keprihatinannya atas penutupan jalan masuk rumah Tahfidz oleh seorang anggota DPRD asal kabupaten Pangkep.

Ia juga mengaku kaget dengan klarifikasi yang disampaikan Amiruddin yang menyebut penutupan akses jalan itu atas dasar brisik.

“Namanya juga masa anak anak, pasti brisik. Coba bayangkan bagaimana kesulitan guru guru ngaji mendidik mereka, mengajar mengeja huruf huruf demi huruf. Tapi mereka tak pernah mengeluh. Bahkan menyiapkan rumahnya, memfasilitasinya, itu tiap hari loh,” katanya.

Atas dasar itulah, Rahman Pina berharap ada kesadaran sendiri Amiruddin untuk aegera membuka pagar itu.

“Tapi kalau tidak bisa ya, saya yakin walikota, pak Danni Pomanto tak akan membiarkan masalah ini berlarut-larut. Harus dibongkar. Saya sudah juga telpon pak camat Panakkukang menanyakan perihal ini dan betul jalan umum,” pungkasnya. (*)