oleh

Mantan TNI-Polri Gabung Golkar, Ini Penjelasan Pengamat Politik

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sejumlah Purnawirawan atau pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) bergabung dengan Golkar Takalar. Sebut saja seperti bd Rahim Dg Naba (Kepala Samsat Sulsel), Musallah Dg Lau (Mantan Biro Hukum Polda Sulsel), Najamuddin (Mantan Wakapolres Takalar), Kamaruddin Muntu (Mantan TNI) Jafar Dg Sikki (Mantan TNI).

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Andi Ali Armunanto mengatakan, bergabungnya mantan TNI dan Polri tentunya membawa kebaikan untuk Golkar.

“Karena TNI dan Polri dekat dengan masyarakat dan pastinya memiliki jaringan khusus,” kata Andi Ali, Rabu (21/7).

Dengan ini menurut dia akan memperlebar jaringan untuk partai Golkar. “Ini bisa mengembangkan jaringan lain yang sudah dimiliki mantan TNI, Polri dan Birokrat,” ucapnya.

Menurutnya, Golkar pernah jaya di kabupaten Takalar selain duduk sebagai di eksekutif (Bupati) dia juga pimpinan legislatif (DPRD). Dengan kehadiran mantan TNI, Polri dan Birokrat pastinya mereka akan berkontribusi.

“Tapi yang menentukan nantinya bagaimana strategi marketing politik dia terapkan. Politik tidak berbicara jaringan saja, tapi bagaimana marketing politik mereka. Jaringan menentukan diawal tapi hasil akhir itu adalah strategi marketing,” jelasnya.

Terpisah, Pengamat politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan, di Pilkada 2017 dan Pileg 2019, Golkar Takalar mengalami kekalahan. Golkar gagal mempertahankan dominasinya di kekuasaan eksekutif dan legislatif daerah.

“Sebuah pencapaian yang mengecewakan, bagi daerah yang telah bertahun-tahun menjadi lumbung suara tradisional Golkar,” katanya.

Dengan pergantian pengurus dan rekrutmen kader baru bisa menjadi ikhtiar untuk membawa reborn (kelahiran kembali) Golkar di pentas politik lokal Takalar. “Sikap akomodatif dan rekrutmen pada tokoh-tokoh berpengaruh, setidaknya memberi harapan,” bebernya. (*)