oleh

Warga Makassar dan Sidrap Salat Ied di Rumah Saja

Editor : Armansyah-Berita, HL-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pandemi Covid-19 belum terkandali, pemerintah menganjurkan agar salat Iduladha 1442 H dilaksanakan di rumah masing-masing.

Khususnya daerah yang berada di zona merah dan oranye. Di Sulsel, dua daerah dipastikan meniadakan pelaksanaan salat Iduladha di masjid dan lapangan. Yakni Kota Makassar dan Kabupaten Sidrap.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan surat edaran (SE) Menteri Agama yang melarang pelaksanaan Iduladha zona berbahaya seperti zona merah dan oranye.

“Terutama merujuk surat edaran dari Menteri Agama yang melarang penyelenggaraan salat Iduladha di masjid maupun di lapangan, dianjurkan salat Iduladha di rumah,” kata Danny.

Danny mengatakan, berdasarkan masukan dari organisasi Islam, ulama dan imam masjid Termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar diputuskan untuk ditiadakan dengan alasan keselamatan jiwa.

“Salat Iduladha itu sunah, wajib adalah menyelamatkan jiwa manusia, maka saya bersama Forkopimda berunding dan memutuskan mengikuti secara utuh surat edaran Menteri Agama tentang salat Iduladha di zona oranye dan zona merah, yaitu salat Ied di rumah saja,” jelas Danny.

Pemkab Sidrap juga melarang warga menggelar salat Iduladha 1442 H/2021 berjemaah di masjid, musala dan serta lapangan. Larangan itu berlaku untuk semua masjid, musala dan lapangan di seluruh wilayah Kabupaten Sidrap.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sidrap Nomor: 400/46/VII/Kesra Jumat 16 Juli 2021. Surat edaran ini merupakan perubahan Surat Edaran sebelumnya. Yakni nomor 400/45/VII/Kesra yang membolehkan salat berjemaah di masjid dengan protokol kesehatan ketat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sidrap, Sudirman Bungi mengatakan, kebijakan itu diputuskan karena Sidrap sudah berada pada zona oranye.

“Kriteria zonasi pengendalian wilayah, di mana saat ini level situasi pandemi Kabupaten Sidrap berada di zona oranye berdasarkan peta zonasi risiko Kabupaten/Kota Provinsi Sulsel,” kata Sudirman.

Sudirman menjelaskan, kebijakan itu harus diambil karena kasus Covid-19 di Sidrap meningkat signifikan. Atas kebijakan tersebut, kata dia, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sidrap.

“Kemarin kita masih berharap bisa melaksanakan ibadah iduladha di masjid. Namun peningkatan kasus terus terjadi, bahkan hari ini ada dua orang yang meninggal. Sehingga Sidrap dari zona kuning beralih ke zona oranye,” jelasnya.

Dia berharap, segenap masyarakat Sidrap dapat memahami dan menerima kondisi tersebut. “Silakan laksanakan salat iduldha di rumah. Patuhi protokol kesehatan dan berdoa agar pandemi Covid-19 segera berlalu,” tandasnya.

Pemerintah Provinsi Sulsel sendiri melalui Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengizinkan masyarakat untuk melakukan salat Iduladha di lapangan terbuka. Dengan syarat harus memperhatikan protokol kesehatan.

Aturan tersebut dikeluarkan Pemprov Sulsel melalui surat edaran bernomor 451.11/6812/B.Kesra tentang pelaksanaan salat Iduladha tahun 1442 H/2021 M di Sulsel. Itu pun dengan memperhatikan sistem zonasi.

Dalam aturan yang ditandatangani Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman itu dikatakan salat boleh dilakukan di masjid atau lapangan terbuka. Namun dengan kapasitas terbatas, minimal 30 persen.

“Tetapi sesuai dengan zona yang diizinkan. Jika dilaksanakan di masjid, dapat menambah kapasitas dengan memanfaatkan pekarangan masjid,” ujar Andi Sudirman.

Zona yang diizinkan adalah dengan memperhatikan wilayah per kelurahan, desa dan RT/RW. Jika kelurahan tersebut dikatakan zona hijau dan kuning, maka boleh salat di lapangan.

Sementara, untuk zona yang dilarang, harus sesuai aturan satgas penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing. Apalagi bagi daerah yang melakukan PPKM, seperti Makassar, Gowa dan Maros.

“Untuk daerah yang melaksanakan PPKM, maka dilaksanakan di rumah masing-masing. Termasuk saat melaksanakan takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih pada malam idul adha,” jelasnya.

Sementara zona oranye ada di Jeneponto, Tana Toraja, Parepare, Bulukumba, Sidrap, Palopo, Luwu Timur, Soppeng, Pangkep, Barru, Takalar, Gowa, Maros, dan Makassar. Untuk zona kuning di Luwu, Luwu Utara, Wajo, Enrekang, Bantaeng, Bone dan Toraja Utara.

Sementara, kata Sudirman, untuk penyembelihan hewan qurban, panitia akan mengantarkan dan membagikan kurban secara langsung ke rumah warga. Masyarakat tak perlu lagi berbondong-bondong ke masjid.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota juga mengeluarkan imbauan pada pelaksanaan Iduladha tahun ini. Pertama, melaksanakan salat Iduladha 1442 H/2021 M di rumah masing-masing bersama Keluarga inti.

“Hal ini merujuk pada surat edaran Wali Kota Makassar dan Surat Edaran Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar,” ujar Rois Syuriyah NU Kota Makassar, AG Dr KH Baharuddin.

Poin kedua, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilakukan oleh panitia kurban dan pembagian dagingnya diantarkan langsung ke penerima menghindari kerumunan warga di lokasi penyembelihan.

“Kepada seluruh jajaran pengurus, perangkat organisasi dan kader Nahdlatul Ulama Kota Makassar agar menjadi pelopor dalam penanganan dan penanggulangan dampak wabah pandemi Covid-19 di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.

Ia mengajak warga Nahdlatul Ulama dan umat Islam pada umumnya untuk senantiasa memperbanyak ibadah, bermunajat memohon pertolongan kepada Allah SWT agar penularan wabah pandemi Covid-19 dapat segera berakhir. (*)