oleh

Hindari Resiko Paparan Covid-19, Wali Kota Parepare Sarankan Shalat Id di Rumah

Editor : Niar-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, RAKSUL- Demi menghindari resiko paparan Covid-19, Wali Kota Taufan Pawe menyarankan agar masyarakat dapat melaksanakan shalat Idul Adha 1442 hijriah di rumah.

Resiko atau potensi penyebaran Covid-19 kata Taufan, mengingat angka peningkatan kasus Covid-19 hampir di seluruh pelosok tanah air. Terlebih penularan lebih mudah terjadi saat kerumunan terjadi, apalagi tidak memperhatikan protokol kesehatan.

Ketua DPD I Golkar Sulsel ini mengaku prihatin dengan kondisi meningkatnya jumlah pasien yang terkonfirmasi Positif Covid 19.

Taufan berharap masyarakat dapat memahami kondisi itu demi menyelamatkan banyak nyawa, termasuk diri sendiri dan keluarganya.

“Demi keluarga kita, demi orang banyak kita sarankan Shalat Id di rumah masing-masing bersama keluarga. Itu untuk mengurangi resiko tertular. Hindari kerumunan agar penyebaran virus dapat kita cegah. Kita prihatin dengan jumlah terkonfirmasi terus meningkat,” pesan Taufan Pawe, Senin, (19/7/2021).

Putra daerah Parepare itu juga meminta kepada seluruh masyarakat agar disiplin menegakkan protokol kesehatan pada momen memaknai perayaan Idul Adha.

“Hal yang paling penting kita harus lakukan saat ini yaitu disiplin menegakkan protokol kesehatan. Kita maknai momen silaturahmi dengan memanfaatkan teknologi. Kita pasti terhindar dari bahaya virus jika kita konsisten,” papar Taufan Pawe.

Pemerintah Kota Parepare, lanjut Taufan Pawe memiliki tanggungjawab dalam menjaga masyarakatnya agar terhindar dari bahaya wabah mematikan tersebut.

Taufan Pawe mengungkapkan pemrintah kota Parepare tidak berhenti melakukan gerakan pencegahan penyebaran virus corona, namun berupaya tidak berdampak negatif terhadap ekonomi rakyat.

“Seluruh instrumen pemerintah kota tentu tidak ingin abai dengan tanggungjawab. Jajaran saya instruksikan agar menjadi garda terdepan. Sejauh ini upaya pencegahan penyebaran virus corona masif kita lakukan. Saya harap masyarakat memahami dengan cara disiplin dalam penegakan protokol kesehatan,” tutup Taufan Pawe. (*)