oleh

Banyak Tudingan Miring ke Adnan, Ini Penjelasan Akademisi UIN Alauddin

Editor : Armansyah , Penulis :Suryadi-Berita-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Ibnu Hadjar angkat bicara perihal berbagai tudingan miring ke Bupati Gowa, Adnan Adnan Purichta IYL terkait kejadian PPKM oleh Satpol PP berujung proses hukum.

“Belakangan ini beberapa issu di media sosial beredar bahwa seakan kejadian di Gowa dikaitkan dengan Bupati pak Adnan yang berikan tanggapan. Bagi saya tudingan ini tidak elok, saya sarankan tak dikaitkan politik,” jelas Ibnu Hadjar, Sabtu (17/7).

Dosen Metode Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, itu menilai, rentetan kejadian demi kejadian terjadi dimasa pendemic Covid dan kebijakan PPKM dibeberapa daerah yang masuk zona hitam, merah orange, tentu dengan tujuan untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran dimasyarakat pun menuai kritik dan persoalan dalam menjalankan aturan PPKM.

“Apa yang terjadi di Kabupaten Gowa adalah bagian dari dinamika dalam penerapan PPKM, tentu melalui persiapan yang matang dan sesuai dengan SOP seperti itualah mekanisme atau alurnya,” ungkapnya.

Viralnya dimedia sosial setelah kejadian penertiban PPKM yang dilakukan oleh unsur Satpol PP, Polisi dan TNI kemudian terjadi inseden perdebatan sehingga terjadi pemukulan. Atas inseden ini pun mendapat respon dari Adnan Purichta Ichsan Bupati Gowa.

“Saya menyesalkan dan tidak mentoleriri kejadian tersebut dan menyerahkan kasus itu untuk ditindak lanjuti pilah kepolisian,” kata Ibnu Hadjar, mengutip kembali ucapan Adnan.

Menurut Ibnu Hadjar, pernyataan Bupati Gowa sebagai sikap tegas dalam persoalan ini. Orang nomor 1 di Gowa itu tidak membela aparaturnya sebab sangat menghargai hukum.

Apapun yang berkaitan dengan kekerasan tidak dapat dibenarkan. Segala Tindakan yang tidak sesuai dengan SOP penertiban tak akan ditolerir. Dimasa sulit seperti ini semua mesti menahan diri dan bekerja sama.

“Menarik menurut saya ungkapan penuh makna, tegas dalam kelembutannya, Bijak dalam kepemimpinannya. Ditambah lagi dengan ungkapan permohonan maaf Adnan Purichtha Ichsan kepada seluruh masyarakat Gowa tanpa terkecuali,” bebernya.

“Unggahan video tentu sangat jauh apa yang dituduhkan orang kepada Bupati Gowa. Apalagi, penjelasan Adnan dinilai sebuah pencitraan,” tambahnya.

Dia menuturkan, Adnan tidak butuh lagi pencitraan lantaran sudah dikenal khalayak. Di mana, putra Ichsan Yasin Limpo meniti karir awal sebagai anggota DPRD Provinsi Sulsel dua periode, lanjut Bupati Gowa dua periode dan memang programnya pun pro rakyat.

“Dan selalu menjaga amanah rakyat, setahu saya pak Adnan sangat cepat aparaturnya bergerak dalam hal kebijakan Bupati. Apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak,” tuturnya. (*)