oleh

Tim PKM-PM STIPAR Tamalatea Makassar Lakukan Penyuluhan Pengolahan Sampah Plastik di Pantai Kuri Caddi

Editor : Lukman-Edukasi-

MAROS, RAKYATSULSEL.CO – Tim program kreativitas mahasiswa pengabdian masyarakat (PKM-PM) Sekolah Tinggi Pariwisata Tamalatea Makassar mengunjungi destinasi wisata pantai Kuri Caddi Desa Nisombalia Kabupaten Maros, Sabtu, 10 Juli 2021.

Kunjungan tersebut dalam rangka melakukan penyuluhan penanganan sampah plastik dan pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi produk kreatif. Hal ini dalam rangka program PKM-PM yang telah berhasil lulus diajukan ke Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswan, KEMENDIKBUD melalui program PKM 5 bidang.

Adapun judul PKM-PM yang berhasil lolos dengan judul “Pengembangan Destinasi Wisata Pantai Kuri Caddi Pada Masa Pandemi Covid -19 Di Desa Nisombalia Kabupaten Maros”. Tim PKM-PM STIPAR Tamalatea Makassar yaitu St. Umrah Hairuddin, Nur Al-Fath Al-Hikmah, Maulida Fitria, Sri Wahyuni Jamal, Septiana dengan dosen pendamping Muhammad Arhan Rajab, S.Pi., M.Si.

Dalam kegiatan ini tim PKM-PM STIPAR Tamalatea Makassar mempraktekkan dan berdiskusi dengan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah botol plastik untuk dimanfaatkan menjadi produk kreatif seperti tempat pensil, lampu tidur, pot bunga dan tempat duduk.

Salah satu tim PKM-PM, Maulida mengungkapkan bahwa saat ini sangat marak ibu-ibu memelihara bunga di rumah bisa memanfaatkan botol plastik untuk dibuat menjadi pot bunga yang tidak kalah cantik juga dengan pot yang di beli di Makassar bahkan bisa lebih murah dan juga memeliki nilai estetik.

Turut hadir dalam kegiatan ini berpartisipasi Wakil Ketua Bidang akademik STIPAR Tamalatea Makassar, Dosen, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros, Kepala Desa Nisombalia, GENPI Maros, Kelompok Pemuda Bahari sebagai Mitra PKM-PM, tokoh agama serta masyarakat Kuri Caddi sebanyak 30 orang.

Dinas lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Maros diwakili Wandi mengapresiasi kegiatan PKM-PM ini sebagai wujud sadar lingkungan, apalagi Pantai Kuri Caddi merupakan satu-satunya wilayah pesisir di Kabupaten Maros.

Senada dengan itu juga disampaiakan Kepala Desa Nisombalia Zulkifli, bahwa memang dibutuhkan kolaborasi dengan anak-anak muda terutama dengan mahasiswa untuk sama-sama bergerak membangun negeri ini. “Apalagi Pantai Kuri Caddi ini menjadi alternatif orang-orang di Makassar yang mau berwisata bisa datang ke Pantai Kuri Caddi,” ujarnya.

Mitra PKM-PM dalam hal ini Pemuda Bahari di ketuai Sapri yang sekaligus menjadi kepala dusun Kuri Caddi juga menyampaikan apresiasi kepada Tim PKM-PM STIPAR Tamalatea Makassar atas kepeduliannya dalam mengembangkan destinasi wisata pantai Kuri Caddi dalam masa pandemi Covid-19.

Menurutnya sudah seharusnya kita bersama-sama berkolaborasi dalam membangun sektor pariwisata apalagi Sekolah Tinggi Pariwisata Makassar sudah malang melintang dalam berbagai kegiatan pariwisata sehingga bisa sangat membantu bangkitnya Pantai Kuri Caddi sebagai daerah tujuan wisata di Kabupaten Maros. (*)