oleh

Kasus Covid-19 Anak Meningkat

Editor : Armansyah-Berita, Megapolitan, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kasus Covid-19 pada anak kini menjadi perhatian karena angkanya yang cukup tinggi. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 5.711 orang dari kelompok anak-anak usia 0-17 tahun positif terinfeksi Covid-19. Data tersebut tercatat 1 Juli 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan tingginya angka kasus Covid-19 pada anak disebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor pergerakan yang tak terkendali dan tidak adanya protokol kesehatan.

“Ya namanya orang kontak, dalam satu komunitas kalau ada kontak, ada 2 kemungkinan yaitu bergerak orang didalamnya tanpa terkendali dan tidak ada protokol kesehatan,” ucapnya, Rabu (14/7/21).

Ia juga mengatakan, untuk penanganan anak yang terpapar Covid-19 tidak jauh berbeda dengan penanganan yang dilakukan pada orang dewasa. “Sama seperti biasa, sama penanganannya dengan yang dewasa,” ucapnya.

Ichsan meminta orang tua untuk tidak panik jika ada anak yang terkonfirmasi Covid-19. “Tetap isolasi mandiri, menyiapkan ruangan tersendiri, ada alat untuk selalu memeriksakan oksigennya (oxymetri) kemudian obat yang diberi puskesmas dijaga untuk selalu di minum,” ucapnya.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulsel, dr Fitriah Zainuddin mengklaim, meski kasus Covid di Sulsel tinggi tetapi untuk anak yang terinfeksi tidak sampai 10 persen.

“Di Sulsel meskipun jumlah kasus Covid tinggi tapi jumlah anak-anak yang terpapar tidak sampai 10 persen,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya mobilitas orang dewasa maka penularan di tingkat keluarga sangat tinggi. “Makanya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sangat berharap agar protokol kesehatan di tingkat keluarga atau di rumah,” jelasnya.

Terpisah, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara Daerah (Binda) Sulsel mulai melaksanakan vaksinasi massal gratis bagi pelajar SMP.

Vaksinasi massal bagi pelajar SMP dipusatkan di SMPN 40 Makassar, Jalan Aroepala, Kelurahan Gunung Sari kecamatan Rappocini, Rabu (14/7/2021) kemarin.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto bersama Kepala Binda Sulsel, Brigjen TNI Dwi Surjadmodjo hadir pada kegiatan ini. Danny menjelaskan, untuk Kota Makassar, termasuk dalam prioritas vaksinasi massal.

“Atas inisiasi BIN kita melaksanakan vaksinasi untuk seluruh pelajar kategori SD dan SMP. Kami sangat bersyukur dengan adanya program seperti ini, karena Makassar hari ini telah memvaksinasi 309 ribu orang di Makassar, dari target 224 ribu, berarti lebih dari 100 persen di Kota Makassar warganya telah memenuhi kewajiban kepada negara melakukan vaksin,” kata Danny.

Menurut Danny, target baru selanjutnya yakni 1,1 juta orang. Jumlah tersebut relevan dengan target vaksin nasional terhadap kota Makassar dan juga program dari BIN.

“Apa yang menjadi program vaksinasi dari BIN, tentunya sangat membantu program pemerintah Kota Makassar, terlebih lagi dengan adanya vaksinasi secara door to door,” ujarnya.

Melalui tim detektor Danny juga akan memberikan informasi data warga yang belum divaksin maupun yang sudah divaksin. Pemkot melakukan upaya proaktif terhadap warga yang belum divaksin.

“Kalau dalam satu rumah hanya satu dua orang saja yang divaksin tentunya kekuatan herd immunity tidak akan terbentuk, jadi percuma saja,” jelas Danny.

Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi mengatakan tingkat kasus anak di Indonesia cukup tinggi sehingga vaksinasi dianggap sangat urgen.

“Kasus sekarang yang banyak terjadi di Jakarta ini anak-anak kan. Mana kurangnya ICU untuk anak PICU, kita dukung ini apalagi anak-anak kita sudah setahun setengah mereka tidak masuk maka perlu secepatnya divaksin,” katanya.

Fatma mengatakan vaksinasi akan menjadi standar di semua lini, sehingga menjadi keharusan bagi masyarakat utamanya orang tua murid jika ingin menikmati fasilitas publik.

Selain itu, ia beharap vaksinasi tersebut dapat membangun herd immunity. Dengan terbentuknya hal itu, maka sekolah tatap muka sudah dapat dijamin.

Kepala Binda Sulsel, Brigjend TNI Dwi Surjadmodjo berharap semua pelajar tingkat SMP dapat divaksin. “Vaksinasi tingkat pelajar sebagai cara termudah dan efisien saat sekarang apalagi ada siswa baru sasaran lebih mudah dicapai dan penyerapan vaksin juga lebih bagus untuk mencapai 1,1 yang divaksin,” terangnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palemba mengatakan Pemerintah Kota Makassar menargetkan akan melakukan vaksinasi kepada 66 ribu anak umur 12- 17 tahun. Rencananya target tersebut akan diselesaikan dalam waktu dua bulan.

Nielma Palemba mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para orang tua siswa terkait proses vaksinasi ini, apalagi kata Ia menurut data yang ada dari total 2 juta kasus Covid-19 di Indonesia rentan umur yang terkena yakni umur 12- 17 tahun dengan jumlah mencapai 108 ribu kasus. (*)