oleh

Warga Minta Galmerrya Kondorura Tuntaskan Banjir di Tamalanrea-Biringkanaya

Editor : Armansyah-Reses-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Galmerrya Kondorura melanjutkan temu konstituen dalam agenda reses masa sidang ketiga tahun anggaran 2020-2021, di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Rabu (14/7).

Kegiatan reses yang dilaksanakan dominasi persoalan penanganan banjir, termasuk di RW 6 Kelurahan Paccerakkang. Warga meminta ke Galmerrya Kondorura bisa menuntaskan banjir di daerah pemilihan (dapil) 3 meliputi Tamalanrea-Biringkanaya.

Ketua RW 6 Kelurahan Paccerakkang, Arifin menyampaikan, kondisi yang terjadi setiap tahun di wilayah dapil 3 ini yakni banjir. Khusus di wilayahnya, tahun ini saja sudah enam kali banjir meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu.

“Kami berharap bagaimana kondisi ini bisa dituntaskan pemerintah yang bisa disampaikan melalui bu dewan Galmerrya Kondorura,” ujar Arifin.

Kata dia, masyarakat beberapa kali memberikan usulan dalam penanganan banjir yakni melakukan galian terhadap sungai yang ada. Atau paling tidak, membuat waduk seperti yang ada di nipa-nipa.

“Bikinlah waduk disini yang bisa difungsikan masyarakat. Misalnya, kebutuhan air bagi warga yang bisa dimanfaatkan PDAM sebagai sumber air bersih,” jelasnya.

Warga lainnya, John menginginkan agar pemerintah bisa melaksanakan program perbaikan jalan. Alasannya, kawasan di RW 6 Paccerakkang merupakan daerah rendah sehingga aliran air mengalir saat musim hujan.

“Selain buat waduk, bolehlah bu dewan memperjuangkan perbaikan jalan. Kasi tinggi biar saluran drainase lebih tinggi begitupun dengan jalan,” tandasnya.

Terkait hal itu, Legislator Fraksi PDIP itu mengatakan, aspirasi masyarakat memang paling dominan mengenai penanganan banjir. Itu berhubungan dengan infrastruktur yang kemudian akan disampaikan melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), termasuk koordinasikan dengan OPD terkait.

“Kita catat semua apa-apa yang menjadi aspirasi lalu kita akan bahas di Paripurna dan input di SIPD,” ucap Galmerrya Kondorura.

Galmerrya tak menampik kawasan di dapil 3 Tamalanrea dan Biringkanaya menjadi daerah rawan banjir. Sehingga, masyarakat menginginkan adanya bantuan perahu karet dan tenda pengungsian.

“Dampak banjir itu warga ingin adanya perahu karet dan tenda darurat. Tapi saya sampaikan aspirasi ini tidak langsung ada tapi mengikuti mekanisme. Usulan ini kami tetap kawal dan bisa menjadi program prioritas,” tandasnya.

Selain itu, kata Galmerrya, warga juga meminta agar diberikan pelatihan untuk pengembangan SDM. Apalagi, disituasi pandemi yang tidak sedikit warga menjadi korban.

“Saya berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM tapi inilkan terbatas. Jadi memang pelatihan ini bertahap,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Galmerrya mengajak masyarakat untuk berperan aktif mendukung program pemerintah mengenai penanganan covid. Saat ini, tim detektor mulai jalan hanya saja tidak sedikit warga menolak.

“Saya juga sampaikan agar warga mendukung Tim Detektor. Program pemerintah saya bilang selalu pro dengan masyarakat dan ini demi memutus mata rantai covid,” pungkasnya. (*)