oleh

Kouta dan Drainase Jadi Keluhan Warga ke Andi Suhada Sappaile

Editor : Armansyah-Reses-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile menggelar reses masa sidang ketiga tahun 2020-2021. Kali ini, agenda temu konstituennya menyasar warga Kelurahan Merdekaya dan Lariangbangngi.

Di Kelurahan Merdekaya Andi Suhada Sappaile mendapat keluhan terkait kouta untuk sekolah daring. Ketua RT 4 RW 4 Kelurahan Merdekaya Idris Dg Nompo menyampaikan, masyarakat menginginkan agar program kouta gratis untuk peserta didik kembali dilaksanakan.

“Kami disini meminta agar program kouta belajar online kembali diberikan ke para peserta didik. Apalagi, belajar online diperpanjang,” cetus Idris Dg Nompo, Senin (12/7).

Tak hanya itu, Dg Nompo—sapaan akrabnya, dirinya mewakili warga meminta ke pemerintah agar saluran drainase yang berada di lingkungan RT 4 bisa segera diperbaiki. Sebab, kawasan tersebut merupakan daeran rawan banjir.

“Ini kan sudah mau musim hujan. Kita minta ada perbaikan drainase. Di sana itu ada kanal tapi masalahnya ada di saluran yang mampet,” tukasnya.

Dg Nompo juga meminta agar program Singara’na Lorongta bisa terwujud di RT 4 RW 4 Kelurahan Merdekaya. Pasalnya, sejauh program tersebut belum masuk di kawasan tersebut.

“Kita juga ingin ada lampu lorong. Semoga aspirasi ini bisa diwujudkan oleh bu dewan,” ujarnya.

Mengenai hal tersebut, Andi Suhada Sappaile menjelaskan, semua aspirasi masyarakat akan dicatat dan disampaikan saat Paripurna. Koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga akan dilakukan.

“Kita akan komunikasikan ke instansi terkait terkait masalah Lampu Lorong sampai Drainase, termasuk persoalan kouta. Kita akan kawal ini seluruh aspirasi,” jelas Andi Suhada Sappaile.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar itu mengingatkan warga agar memahami dan mendukung program pemerintah. Sebab, tidak ada satupun yang menyukai kondisi pandemi saat seperti ini.

“Sabarki semuanya. Setiap kami turun, memang hal seperti infrastruktur paling dominan diungkapkan masyarakat. Termasuk juga pelatihan bagi warga,” jelasnya. (*)