oleh

Infrastruktur Paling Dominan Keluhan Warga ke Abd Wahab Tahir

Editor : Armansyah-Reses-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Abd Wahab Tahir menemui konstituen di daerah pemilihan (dapil) 2 meliputi Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Bontoala, Wajo dan Kepulauan Sangkarrang.

Agendanya, reses masa sidang ketiga tahun anggaran 2020-2021. Kegiatan tatap muka pertama ini dilaksanakan di Kelurahan Pannampu dan Kelurahan Bung Eja Beru, Kecamatan Tallo.

Dua lokasi ini, keluhan paling dominan berada pada program infrastruktur, baik peningkatan kualitas jalan dan drainase.

“Paling dominan itu saya kira persoalan jalan dan drainase. Sebab, ada beberapa kawasan yang menjadi titik genangan setiap musim penghujan,” tandas Abd Wahab Tahir, Selasa (13/7).

Kata dia, persoalan infrastruktur merata di dapil 2 ini. Hanya saja, pengerjaannya masih menunggu anggaran tersedia. Sebab, sudah dua tahun semua dana milik Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dialihkan ke penanganan Covid.

“Kita akan lihat, kalau dananya ada maka hal itu akan jadi prioritas,” jelasnya.

Selain itu, politisi Golkar ini mengatakan, masyarakat selalu mengeluhkan persoalan air bersih hampir di kawasan utara Kota. Hal itu, lantaran jaringan pipa belum maksimal namun sejak dipimpin Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto persoalan air bersih perlahan mulai dilakukan.

“Semakin ke utara maka suplai air semakin berkurang. Tapi sudah mulai dilakukan peremajaan pipa semoga bisa memenuhi kebutuhan air di kawasan ini,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Abd Wahab Tahir memberikan edukasi mengenai program Makassar Recover ke warga. Pasalnya, beberapa masyarakat menolak dengan adamya tim Detektor.

“Saya edukasi warga soal apa itu tim detektor, apa itu Makassar Recover. Itu penting. Kenapa? karena Covid ini kasat mata sehingga perlu persiapan mental,” ujarnya.

Terpisah, Lurah Pannampu, Abdul Muis menjelaskan, keluhan masyarakat di Kelurahan Pannampu lebih kepada infrastruktur. Seperti perbaikan drainase dan jalan.

“Khusus Fisik, warga mengeluhkan soal jalan dan drainase. Ada beberapa tiitik yang memang jadi daerah genangan,” kata Abdul Muis.

Kemudian, sambung mantan Sekcam Tallo itu, kondisi pandemi memberikan dampak ke seluruh sektor termasuk perekonomian. Beberapa warga mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sehingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia menjadi perhatian.

“Warga juga minta pelatihan. Kemudian, sosialisasi program Pemkot sehingga mereka paham apa yang menjadi tujuan dari pemerintah,” tandasnya. (*)