oleh

Fasruddin Rusli Serap Aspirasi Soal PTM di Kampung Merdeka

Editor : Armansyah-Reses-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli mendapat usulan dari warga Kampung Merdeka persoalan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sebab, aktivitas belajar dirumah ini sudah dilakukan satu tahun terakhir.

Hal itu disampaikan Fasruddin Rusli saat menggelar reses ketiga masa sidang ketiga tahun anggaran 2020-2021 di Kampung Merdeka RT 1 RW 3 Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, Selasa (13/7).

“Warga disini banyak mengeluhkan soal pembelajaran online. Mereka meminta agar pembelajaran tatap muka bisa dibuka kembali oleh pemerintah,” jelas Fasruddin Rusli.

Menurut Acil—sapaan akrabnya, keluhan masyarakat lebih kepada beban selama mendampingi anak belajar dirumah. Terlebih, kualitas pembelajaran di rumah sangat minim.

“Untungnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan memberikan bantuan kouta bagi peserta didik sehingga orang tua siswa tidak terbebani soal kouta,” ungkapnya.

Bahkan, kata Legislator Fraksi PPP ini, dirinya kerap mendapat informasi melalui whatsapp mengenai hasil belajar siswa yang tak berkualitas. Sehingga, belajar daring dinilai kurang baik.

“Kurangnya perhatian dari guru, terus orang tua mengajar dianggap main-main sama anak. Hasilnya, banyak yang patotoai,” bebernya.

Acil berharap, pandemi covid di Kota Makassar segera melandai bahkan menghilang. Sehingga, semua aktivitas kembali normal termasuk proses pembelajaran kembali di sekolah.

“Kita minta ke Pemkot Makassar kalau pandemi sudah benar-benar terkendali, agar tatap muka di sekolah bisa dibuka kembali,” ungkapnya.

Terkait infrastruktur, kata Acil, pihaknya meminta Pemkot Makassar agar turun langsung melihat kondisi, khususnya saluran drainase. Misalnya, saluran drainase di kawasan Jalan Badak, Jalan Kijang sekitarnya untuk menjadi perhatian.

“Jadi, apa-apa yang menjadi usulan kami bisa ditindak lanjuti,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Acil memberikan edukasi ke masyarakat terkait tim Detektor Makassar Recover. Ia meminta agar warga jangan menghindari para satuan tugas (satgas) sebab mereka bekerja untuk kepentingan seluruh masyarakat Makassar.

“Saya edukasi soal tidak menghindari ketika ada Tim Detektor berkunjung ke rumah warga. Karena itu bermanfaat, termasuk program vaksinasi dari pemerintah,” katanya.

Ia mengimbau agar warga yang belum menerima vaksin untuk segera mengikuti program pemerintah ini. “Saya bilang ke warga untuk divaksin mi dulu. Kalau dinilai tidak bersyarat maka tentu kita tidak vaksin, tidak usah takut,” jelasnya. (*)