oleh

Apiaty Dengar Keluhan Warga Terkait Pelaku UMKM Terabaikan di Masa Pandemi

Editor : Armansyah , Penulis :Irawati-Reses-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pandemi Covid-19 membuat banyak aktivitas masyarakat terhambat. Sangat berdampak pada perekonomian mereka.

Keluhan itu disampaikan warga kepada Anggota DPRD Makassar Apiaty K Amin Syam pada Reses ke-III, di BTN Minasa Upa Blok M 14, RT 02, RW 09, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Senin (12/7).

Salah satunya, Fatmawati. Ia meminta ada perhatian pemerintah terhadap perekonomian rumah tangga selama masa pandemi. Khususnya dalam melakukan pemberdayaan.

Sebab, kata dia, selama masa pandemi banyak pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) yang terabaikan. Apalagi dengan adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kita juga butuh uang. Kita juga paham kondisinya saat ini. Tapi kita tidak bisa terlalu lama juga seperti ini. Makanya perlu ada perhatian atau solusi juga,” keluhnya.

Ia mengatakan, di sekitar tempat tinggalnya banyak warga yang bisa memasak. Semestinya, kata dia, potensi ini perlu diperhatikan selama masa pandemi agar masyarakat tidak semakin terpuruk.

“Kita sih harap ada wadah yang disiapkan. Misalnya tempat untuk menjual. Tidak apa-apa kita bayar sewa asalkan harga sewanya tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Keluhan lain juga disampaikan Burhanuddin. Ia berharap kondisi lingkungan tempat tinggal mereka juga diperhatikan. Salah satunya terkait drainase.

“Drainase ini belum tuntas semua. Masih ada beberapa titik yang belum dikerjakan. Karena kalau hujan kita khawatir tersumbat sehingga menimbulkan genangan,” ujarnya.

Menanggapi keluhan-keluhan itu, Apiaty mengaku siap memfasilitasi. Meski diakuinya, butuh waktu untuk merealisasikan semua keluhan masyarakat.

“Saya juga sebenarnya kecewa reses kedua belum banyak terealisasi karena anggaran direfocusing ke kegiatan Covid-19. Kita juga ngomel karena tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata dia.

Akan tetapi, lanjutnya, kondisi saat ini memang sulit untuk berbuat banyak. Pasalnya, penanganan pandemi juga tidak boleh dianggap remeh. Mesti diberi penanganan yang serius.

“Kita maklumi itu daripada banyak yang meninggal karena Covid. Tapi bukan berarti keluhan masyarakat tidak diperhatikan. Kita tetap akan perjuangkan itu,” ucap Sekretaris Komisi A DPRD Makassar itu.

Terkait pemberdayaan UMKM, Apiaty menyatakan bakal memerintahkan kelurahan untuk mengawal itu. Hanya saja, masyarakat juga diminta mengerti dan bersabar menunggu kondisi membaik.

“Sekarang kondisinya jam 5 sore sudah harus bubar. Makanya kita berharap kondisi segera membaik baru kita genjot lagi semuanya. Termasuk infrastruktur lingkungan,” pungkas legislator Partai Golkar itu. (*)