oleh

Andi Pahlevi Terima Curhat Warga Soal PPKM hingga Infrastruktur

Editor : Armansyah , Penulis :Irawati-Reses-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi kembali menemui konstituen dalam kegiatan reses ketiga tahun 2020-2021. Kali ini, legislator fraksi Gerindra berkunjung di Kelurahan Bunga Eja dan Layang, Senin (12/7).

Pada kesempatan itu, Andi Pahlevi menerima curhatan warga mulai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga masalah infrastruktur di dua Kelurahan tersebut.

Warga Kelurahan Layang, Rahmawati mengeluhkan persolan kebijakan PPKM yang dikeluarkan pemerintah. Di mana, Pemkot Makassar membatasi jam operasional bagi mal dan pusat perbelanjaan. Termasuk, rumah makan dan warkop.

Menurutnya, aturan ini justru menghambat bahkan mematikan bagi pelaku usaha terutama Usaha Kecil Menengah (UKM). Tak sedikit, perusahaan memangkas karyawan lantaran kebijakan ini.

“Kami minta agar pemerintah bisa sedikit melonggarkan jam operasional mal atau pusat perbelanjaan. Kami, karyawan banyak dipangkas akibat aturan ini,” ungkap Rahmawati.

Terkait hal tersebut, Andi Pahlevi menjelaskan, kebijakan PPKM yang dikeluarkan berasal dari pemerintah pusat yang diturunkan ke daerah. Meski begitu, dirinya menyakini aturan tersebut tidak membuat sengsara masyarakat.

“Pandemi tidak lihat ini pengusaha kecil mana pengusaha besar. Semua terdampak, tetapi pemerintah ingin perekonomian tetap berjalan. PPKM di Makassar, kita atur sebaik mungkin agar tetap beraktivitas,” ungkap Andi Pahlevi.

Agar pandemi ini bisa di cegah, sambung Andi Pahlevi, pemerintah memiliki program Makassar Recover. Mereka ini akan bertugas mendeteksi kesehatan warga terkait covid. Tujuannya, mewujudkan Makassar masuk ke zona hijau.

“Jadi perlu dukungan semua warga agar kita bisa kembali beraktivitas normal. Mariki dukung pemerintah menangani pandemi ini,” tukasnya.

Selain PPKM, kata Andi Pahlevi, dirinya juga menerima keluhan persoalan infrastruktur. Utamanya, penanganan drainase yang menjadi salah satu penyebab banjir ketika memasuki musim penghujan.

“Di (kelurahan) Layang dan Bunga Ejaya, warga meminta infrastruktur. Ini selalu ada terutama di Kecamatan Tallo, yang menjadi daerah rawan banjir. Ini akan kita kawal,” ungkapnya.

Andi Pahlevi mengatakan, aspirasi ini akan menjadi catatan anggota dewan yang selanjutnya diinput masuk ke Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Selain itu, keluhan warga akan disampaikan di Paripurna.

“Jadi, aspirasi ini kita catat lalu diinput ke SIPD yang nantinya akan menjadi program bagi Pemkot Makassar. Kita minta akan dijadikan Program Prioritas,” pungkasnya. (*)