oleh

Diduga Proyek Dikerja Asal-asalan, Warga Minta Kadis Narkertrans Tinjau Langsung di Tanakeke

Editor : Armansyah-Berita, Daerah, Takalar-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Warga Kepulauan Tanekeke Takalar meminta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Sulsel Andi Darmawan Bintang agar meninjau langsung lokasi proyek pengerjaan jalan dan talud yang diduga dikerja asal-asalan.

Baca Juga: Habiskan Rp1,5 Miliar, Pengerjaan Proyek Jalan di Desa Maccini Baji Diduga Asal-asalan

“Kami meminta kepada Kadis Nakertrans Sulsel untuk segera berkunjung ke lokasi proyek supaya dia yang melihat langsung kondisi pengerjaan proyek tersebut dan mendengar keluhan warga. Jangan PPK, Asni yang disuruh datang, sebab susah berkomunikasi dengan warga,” ujar Warga Tanakeke, Zainuddin Nakku, Senin (12/7).

Bahkan, sambung Zainuddin, dirinya bersama warga setempat siap antar jemput Kadis Narkertrans Sulsel ke Pulau Tanakeke. Pasalnya, proyek senilai Rp1,5 miliar diduga tak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Di mana campuran material tak seimbang. Belum lagi, galiannya tidak rata sehingga diduga pengerjaannya asal-asalan. Selain itu, perencanaannya kurang mantap, seharusnya dihitung hempasan air laut pada struktur pondasinya.

Kemudian saluran airnya yang dulu bebas keluar masuk kapal dan sekarang tidak bisa lagi dilewati dibawanya. Sebab, itu salurannya terlalu rendah.

“Kami selaku warga Tanakeke, barusan melihat proyek pengerjaannya begitu. Di mana talud yang dibangun tidak ada paving blok, masih ada sekitar kurang lebih 100 meter yang belum dipasangi peving,” kesal Zainuddin.

Sehingga, kata Zainuddin, proyek tersebut tak lama dinikmati masyarakat dan akan menimbulkan Kerugian Negara yang tidak sedikit, serta manfaatnya bagi masyarakat tidak bisa melewati salurannya dikarenakan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

Padahal, sambung Zainuddin, proyek tersebut menghabiskan anggaran Rp1,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020 yang dikelola Satuan Kerja (Satker) Ditjen PKP2Trans Dinas Nakertrans Sulsel.

Ia berharap, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel melakukan audit terhadap proyek tersebut. Sebab, pelaksanan kegiatan terkesan mengerjakan proyek yang dimenangkan CV. Ameru asal jadi tanpa memimikirkan kualitas pekerjaan.

Hal itu terlihat dengan campuran bahan material yang dinilai tidak seimbang sehingga proyek tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama. Karena sekarang ini sudah ada beberapa titik yang sudah mulai rusak.

“Kami menduga bahwa pihak Kontraktor membangun konspirasi jahat dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang sekaligus menjabat Sebagai Kepala Bidang Transmigrasi Provinsi Sulsel,” tuding Zainuddin. (*)

Komentar