oleh

Rekomendasi KASN Hasil Job Fit Bocor, 17 Pejabat Eselon II Dimutasi ke Jabatan Baru

Editor : Armansyah-HL, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – 17 pejabat eselon II Pemkot Makassar akan dimutasi ke jabatan yang baru. Informasi itu diketahui setelah Surat Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) perihal Rekomendasi Hasil Uji Kompetensi PPT Pratama dalam rangka Mutasi di Lingkungan Pemkot Makassar beredar luas di publik.

Dalam Surat KASN Nomor: B-2177/KASN/06/2021 yang ditandatangani Ketua KASN, Agus Pramusinto tertanggal 23 Juni 2021 disebutkan dari 19 pejabat eselon II yang ikut job fit berdasarkan Berita Acara Panitia Seleksi Nomor: 010/PANSEL-JPTP/VI/2021 tanggal 18 Juni 2021, 17 pejabat eselon II dimutasi ke jabatan baru.

Diantaranya, Irwan Adnan yang dulunya menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah dimutasi ke jabatan baru sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kota Makassar.

Nielma Palamba, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) dimutasi ke jabatan baru sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar.

Aryati Puspasari Abady yang dulu menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diasdukcapil) dimutasi ke jabatan baru sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar.

Sri Susilawati yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dimutasi ke jabatan baru sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Makassar.

Irwan Bangsawan yang dulu menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan dimutasi ke jabatan baru sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Makassar.

Evy Aprialty yang dulu menjabat Kepala Dinas Koperasi dan UKM dimutasi ke jabatan baru sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar.

Rusmayani Majid yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata dimutasi ke jabatan baru sebagai Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Makassar.

Andi Tenri Apalallo yang dulu menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) dimutasi ke jabatan baru sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

Achmad Hendra Hakamuddin yang dulu menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dimutasi ke jabatan baru sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.

Andi Muhammad Yasir yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan dimutasi ke jabatan baru sebagai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Makassar.

Mario Said yang dulu menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) dimutasi ke jabatan baru sebagai Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Makassar.

Andi Siswanta Attas yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dimutasi ke jabatan baru sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar.

Fathur Rahim yang dulu menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dimutasi ke jabatan baru sebagai Kepala Dinas Kearsipan Kota Makassar.

Zainal Ibrahim yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Inspektorat dimutasi ke jabatan baru sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar.

Iman Hud yang dulu menjabat Kepala Satpol PP dimutasi ke jabatan baru sebagai Kepala Dishub Kota Makassar. Sittiara Kinnang yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan dimutasi ke jabatan baru Staf Ahli Bidang Kemasyarakat dan Sumber Daya Manusia Kota Makassar.

Andi Bukti Djufrie yang dulu menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) dimutasi ke jabatan baru sebagai Kepala Balitbangda Kota Makassar.

Sedangkan dua pejabat lain yang ikut job fit yakni Andi Hadijah Iriani tetap menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Makassar.

Sementara Ismail Hajiali, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar hasil job fit tidak dapat ditindaklanjuti lantaran dijatuhi hukuman disiplin berat perihal tindaklanjut LPH BPK.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto tidak mau mengomentari lebih jauh perih hasil job fit yang dikeluarkan KASN. Pasalnya dia mengaku belum melihat langsung rekomendasi KASN itu.

“Dilantik pi baru kita lihat betul atau tidak, karena saya lihat disitu ada KASN. Saya juga belum lihat surat itu,” kata Danny.

Dia juga menyayangkan bocornya informasi itu ke publik. Apalagi surat itu merupakan dokumen negara yang bersifat rahasia. Sehingga dia akan mengejar pelaku yang membocorkan informasi tersebut.

“Itu rahasia negara, kalau bocor itu harus ditanya siapa yang membocorkan. Harus ditelusuri,” tegas dia.

Komentar