oleh

Perkuat Jatidiri Bangsa, Balai Arkeologi Sulsel Gelar Rumah Peradaban Bagi Generasi Milenial

MAROS, RAKYATSULSEL.CO – Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rumah Peradaban di Destinasi Wisata Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Maros. Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari, mulai dari tanggal 5 sampai 8 Juli 2021.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Balai Arkeologi Sulawesi Selatan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 46 Tahun 2019 di mana Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan memiliki tugas dan fungsi melakukan pengumpulan, perawatan, pengawetan, dan penyajian benda yang bernilai budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan penelitian arkeologi.

Tindak lanjut nyata dari kegiatan penelitian ini adalah memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitian arkeologi tersebut. Upaya ini diselenggarakan dengan melakukan pelibatan edukasi kultural kepada masyarakat, khususnya generasi muda atau milenial seperti halnya pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas atau yang sederajat dengan menyampaikan pentingnya mengungkap, memaknai, dan mencintai benda budaya peninggalan masa lampau.

“Rumah Peradaban” merupakan salah satu program prioritas nasional Badan Penelitian dan Pengembangan serta Perbukuan sebagai upaya pembangunan manusia Indonesia yang berkarakter kuat dengan jatidiri bangsa.

Sebagai ikon program prioritas nasional, Rumah Peradaban merespon dinamika kebutuhan masyarakat akan informasi kebudayaan masa lampau. Diseminasi hasil penelitian arkeologi dimanifestasikan dalam bentuk yang lebih populer dan dapat diterima dengan mudah oleh generasi muda pada masa ini.

Kepala Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan, M. Irfan Mahmud, M.Si memaparkan, Rumah Peradaban merupakan program nasional, makanya dikemas secara inovatif dalam berbagai bentuk kegiatan selama beberapa hari di Rammang-Rammang.

“Sebagai sebuah program nasional, Rumah Peradaban dikemas secara inovatif dalam berbagai bentuk kegiatan, dan kegiatan ini terlaksana secara berkala serta terjadwal setiap tahun di salah satu wilayah kerja Balai Arkeologi Sulawesi Selatan, dengan pelibatan guru dan siswa tingkat SMA, perwakilan dari sekolah setiap Kabupaten,
kegiatan ini menekankan upaya penguatan karakter budaya bangsa kepada seluruh peserta dengan mengungkap, memaknai dan mencintai warisan budaya masa lampau,” ungkapnya.

Ada berbagai rangkaian kegiatan, sambung Irfan Mahmud. Termasuk penyerahan APex Award, workshop dan destinasi pendidikan.

“Dalam rangkaian ini, ada penyerahan penghargaan kepada Bupati Maros dan beberapa pihak yang turut andil dalam memperhatikan objek arkeologi kita,” tuturnya.

Saat sepatah kata penutupan kegiatan tersebut, Irfan Mahmud sangat mengapresiasi segala pihak yang turut terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Pemerintah kabupaten Maros, Pangkep, dan Luwu. Penghargaan juga untuk Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep, Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulsel, LPMP Sulsel, FIB Unhas, Poltekpar Makassar, serta pemerintah dan masyarakat Desa Salenrang.

“Apresiasi yang sangat tinggi kepada semua peserta, Rumah Peradaban ini sungguh tidak berarti apa-apa tanpa salah satu SMA sekalian. Dari Soppeng, Barru, Pangkep, Gowa, Makassar, Maros, Pare-Pare, Toraja. Para stakeholder, panitia, pemerintah setempat. Kami sungguh sangat berterimakasih, semoga setelah masa pandemi ini kita dapat menggelar Rumah Peradaban yang lebih meriah lagi, dan kita dipertemukan dalam keadaan sehat walafiat demi menjaga jati diri bangsa kita,” tutupnya. ( * )