oleh

Mahasiswa Timur Bergerak, Ini Kritikan dan Tuntutan BEM Unhas ke Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf

Editor : admin 1 , Penulis :Suryadi-Berita, Kota-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tentu sikap demokrasi adalah sebuah keharusan. Berdasarkan data The Economist Intelligence Unit (EIU) merilis laporan indeks demokrasi 2020. Indonesia menduduki posisi ke-64 didunia yang dikategorikan sebagai negara dengan demokrasi cacat.

Pada hari Selasa 7 Juli 2021 sebuah diskusi dengan tema “Gerakan Mahasiswa dan Masa depan Indonesia” dilaksanakan dengan menghadirkan narasumber 5 Presiden Mahasiswa diantaranya yakni Leon (Presma UI), Moh Ali (Presma UB, malang), Rizki (Presma USU, Medan) Pebri (Presma UIN, Jakarta) dan Imam (Presma Unhas, Makassar) dengan para penanggap yakni ada rocky gerung, Dr. Sidratahta Mukhtar, Prof ali Munhanif, Prof Aidul Fitriciada Azhari, dan Dr. Ujang Komaruddin.

Ketua Umum BEM Unhas Makassar, Imam Mobilinggo dalam Press release kepada wartawan Rakyat Sulsel.co disebutkan narasi perjuangan mahasiswa dalam tindakan-tindakan represif yang menjadi realita hari ini digaungkan dengan harapan membuka wacana bahwa kritik yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa adalah bentuk nasionalisme.

“Dengan harapan menjadikan bangsa dan negara Indonesia kaya akan wacana dan aktif melakukan perubahan agar dapat melahirkan kebijakan yang bersifat pro pada masyarakat,” kata Imam Mobilinggo, Kamis (8/7).

Dalam diskusi ini Imam Mobilingo sebagai Presiden BEM Unhas memberikan pernyataan sikap tiga poin kritis.

“Pertama BEM KM Unhas menyatakan melawan segala bentuk upaya represif terhadap mahasiswa dalam menyatakan kritik terkait pemerintah di ruang publik. Kedua BEM KM Unhas Meminta Pemerintah tegas mengeluarkan kebijakan dalam penanganan wabah Covid-19. Ketiga, BEM KM Unhas menyatakan akan melawan segala bentuk pelangaran konstitusi negara terkhusus upaya 3 periode Presiden Indonesia,” ujarnya. ( * )