oleh

Lankoras-Ham Minta APH Periksa Proyek Sumur Bor di Takalar

Editor : Lukman-Berita-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Lembaga Anti Korupsi dan Kekerasan Hak Asasi Manusia (Lankoras-Ham) meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polres Takalar untuk memeriksa puluhan titik proyek sumur bor dalam terlindungi di Kecamatan Polongbangkeng Selatan yang dikerjakan CV Zahra Utama Konstruksi dengan pagu anggaran Rp1,3 miliar.

“Proyek itu diduga belum rampung sehingga manfaatnya belum dapat dinikmati oleh masyarakat, bahkan masa pekerjaan dari proyek tersebut telah berakhir sejak bulan Juni lalu,” kata ketua Lankoras-Ham Mukhawas Rasyid saat dihubungi Rakyat Sulsel, Kamis (8/7/2021).

Selain terkesan mubazir, proyek pengadaan sumur bor tersebut diduga juga telah diterlantarkan oleh pihak CV Zahra Utama Konstruksi, sehingga kuat dugaan proyek tersebut dianggap sebagai ajang untuk melakukan tindak pidana korupsi.

“Sekali lagi saya minta Polres Takalar untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak CV Zahra Utama Konstruksi sebagai pihak penyedia jasa dan sejumlah pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek itu,” ujar Mukhawas Rasyid.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) air bersih, air limbah, dan drainase, Kamaluddin, ST saat dikonfirmasi wartawan di Ruang Kerjanya, Kamis (8/7/2021) sekaitan proyek pengadaan sumur bor terlindungi membenarkan keberadaan proyek tersebut belum rampung.

“Memang belum rampung kegiatan itu, sisa sambungan pipa air ke rumah warga yang belum terpasang, nanti saya sampaikan hal ini kepihak rekanannya,” kata Kamaluddin selaku penanggung jawab kegiatan.

Sementara itu, pihak rekanan CV Zahra Utama Konstruksi sampai berita ini dimuat belum berhasil dikonfirmasi. (*)