oleh

BPK Temukan Dugaan Penyimpangan Insentif Laskar Pajak Bapenda Makassar

Editor : admin , Penulis :Sugihartono-Berita, Megapolitan, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Insentif laskar pajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar kembali menjadi temuan BPK dalam pemeriksaan TA 2020. Inspektorat mengingatkan agar temuan tersebut segera diselesaikan.

Kepala Inspektorat Makassar, Zaenal, mengatakan telah melakukan langkah langkah tegas menyikapi temuan BPK. Yakni meminta Bapenda untuk segera melakukan penyelesaian.

Bapenda mendapatkan insentif apabila berhasil merealisasikan pajak yang mereka tangani. Jumlahnya tidak lebih dari lima persen dan ditetapkan setiap triwulan. Hal itu merupakan apresiasi negara kepada petugas pajak yang dimaktubkan dalam PP No.69 Tahun 2010.

Dalam LHP BPK TA 2018 yang dirilis pada Mei 2019, ditemukan bahwa pembayaran insentif Bapenda Makassar tidak sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada. Diduga, instentif cair tidak sesuai dengan capaian presentase target yang ditetapkan.

Intensif pajak hotel misalnya, Bapenda ditarget mampu merealisasikan target pendapatan agar bisa mencairkan insentif. Realisasi pendapatan triwulan I ditarget 20 persen, triwulan II sekira 50 persen, triwulan III sekira 75 persen hingga 100 persen realisasi pada triwulan IV.

Dalam pelaksanaannya, Bapenda mencairkan insentif kendati realisasi pendapatan tidak sesuai target di setiap triwulan. Presentase pembayaran pajak hotel tahun 2017 di triwulan pertama hanya sekira 12 persen, Triwulan II sebanyak 27,2 persen, triwulan III 45 persen, dan Triwulan IV mencapai 75 persen.

Komentar