oleh

Pertama di Luar Jawa, Prodi Magister Ilmu Hukum UMI Raih Akreditasi Unggul

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Program Studi (prodi) Magister Ilmu Hukum (S2) Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) berhasil meraih akreditasi unggul.

Hal ini disampaikan juga Rektor UMI Makassar, Prof Dr. Basri Modding SE MSi mengatakan, prodi tersebut merupakan prodi pertama di luar pulau Jawa. Yakni LLDikti Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultan Batara).

“Alhamdulillah Program studi Magister Hukum (S.2) UMI telah akreditasi Unggul dan pertama di LLDikti IX Sultan, Batara,” singkat Basri Modding, Rabu (7/7/2021).

Sedangkan, Prof Dr H Sufirman Rahman, SH., MH., selaku Asdir III PPs UMI yang juga Plt. Prodi Magister Ilmu Hukum PPs UMI mengatakan Magister Ilmu Hukum (S2) PPs UMI berhasil meraih akreditasi unggul, setelah sebelumnya sudah 4x berturut-turut mempertahankan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

“Program Magister Ilmu Hukum (S2) PPs UMI berhasil merai akreditasi unggul dari BAN PT. Ini pertama di luar Jawa. Sebelumnya memperoleh (akreditasi A sudah 4x red) berturut-turut,” jelasnya.

Akreditasi U.unggul yang diperoleh Prodi Magister Ilmu Hukum UMI pada tahun 2021 ini didasarkan penilaian yang meliputi 4 kriteria, yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Saya kira ketat penilaian sehingga dapat predikat akreditasi unggul dari BAN PT sudah sesuai dan layak. Ini pertama PTS di luar jawa. Apalagi dari 54 prodi di UMI, Ilmu Hukum ini pertama,” tuturnya..

Ada beberapa kriteria sehingga menjadi komponen utama penilaian. Pertama kata Prof. Sufirman, Kecukupan dosen. Yakni antara tenaga pengajar harus bergelar guru besar atau Profesor dan lektor kepala.

“Mereka punya publikasi ilmia dan lainya. Dari 6 syarat soal ini, kita ajukan 32 dosen tetap, bukan pinjaman atau luar biasa,” terangnya.

Berikutnya, kedua. Adalah komponen kurikulum, dimana setiap 4 tahun pihaknha di Prodi Magistes Ilmu Hukum UMI menupdate pembaharuan.”Apakah ini relefan dengan perkembangan kurikulum sekarang atau tidak,” kata dia menerangkan.

Poin ketiga, komponen tracer study  atau penelusuran alumni magister Ilmu hukum. Kaita data alumni apakah berkarir dan belerja dimana saja.”Komponen keempat, publikasi mahasiswa. Dinana penelitian mahasiswa dipublikasi di jurnal internasional atau nasional,” pungkasnya. (*)