oleh

BMW Astra Beri Edukasi Cara Penanganan Dini Bila Terpapar Covid-19

Editor : Muhammad Alief , Penulis :Irawati-Gaya Hidup-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sejak satu tahun belakangan kasus Covid-19 belum juga mereda. Bahkan, pada bulan Juli ini tercatat semakin meningkat. Melihat kondisi ini, BMW Astra menggelar edukasi Penanganan Dini Bila Terpapar Covid-19 kepada masyarakat melalui webinar, Senin (5/7/2021).

Edukasi ini menghadirkan pembicara Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair sekaligus Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D., FINASIM.

CEO BMW Astra Fredy Handjaja mengatakan, kondisi pandemi sekarang ini terasa semakin dekat sekali dengan kita, semakin banyak saudara, teman dekat kita, dan orang di sekitar kita terpapar dan terinveksi Covid-19.

“Oleh karena itu, kami menghadirkan ahli untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang apa penanganan dini yang bisa kita lakukan bila kita terpapar Covid-19 supaya kita dapat menghadapinya dengan lebih tenang dan dapat memilih keputusan yang tepat,” jelasnya.

Lanjutnya, komitmen BMW Astra untuk selalu berada bersama pelanggan memberikan solusi atas kebutuhannya, menjadi semangat BMW Astra untuk terus memberikan yang terbaik kepada pelanggan.

Ia menambahkan, dalam situasi pandemi ini pihaknya menyediakan layanan konsultasi online untuk memenuhi kebutuhan pembelian mobil baru dan mobil bekas, test drive di rumah, appraisal di rumah dan servis kendaraan di rumah.

“Selain penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk seluruh layanan di BMW Astra, semua karyawan BMW Astra telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 supaya kami bisa semakin memberikan ketenangan dan kenyamanan untuk seluruh pelanggan BMW Astra,” ujarnya.

Disamping itu, Prof. Djoko menyampaikan untuk menghadapi pandemi ini ada tiga hal penting yang perlu kita lakukan, pertama penerapan protokol kesehatan yang sesuai standar WHO menjadi bagian dari kebiasaan kita, dengan begitu kita juga berkontribusi terhadap negara untuk membantu menyukseskan program.

“Kedua, mari kita sukseskan program vaksinasi supaya bisa mencapai herd immunity. Kombinasi protokol kesehatan dan vaksinasi sudah cukup untuk mengubah pandemi ini menjadi kehidupan new normal,” ucapnya.

Ketiga lanjutnya, selalu ingat sang pencipta, selalu ikhlas jalani kehidupan penuh kebermanfaatan, dan tidak perlu takut berlebihan. Kuatkan spiritual dan kekuatan fisik, maka dengan begitu kita bisa hidup berdampingan dengan virus ini.

“Yang sehat jangan sekali-kali sembrono dengan masalah ini, karena dampaknya itu luar biasa. Kami menekankan ini bukan hanya problem kesehatan semata, ini juga problem kemanusiaan dan masalah sosial yang sangat rumit,” tutupnya. (***)