oleh

Polemik Pembatasan Beasiswa Mahasiswa, ini Penjelasan Kadis Pendidikan Pangkep

Editor : Atho-Berita, Daerah, Pangkep-

PANGKEP, RAKYATSULSEL.CO – polemik pembatasan beasiswa untuk mahasiswa Pangkep yang tertuang dalam Peraturan Bupati Pangkep, menuai sorotan. Sejumlah pihak menganggap ini adalah langkah tepat, namun tidak sedikit yang menyayangkan kebijakan tersebut.

Terkait hal tersebut, Kepala dinas Pendidikan kabupaten Pangkep, Dr. Sabrun Jamil angkat bicara, menurutnya kebijakan yang dilakukan pemerintah tersebut murni untuk melahirkan generasi penerus yang berkualitas.

Tidak hanya itu, pembatasan beasiswa yang digolongkan ke dalam dua kriteria tersebut diakui untuk memacu semangat belajar mahasiswa Pangkep.

“Sebenarnya kriteria ini untuk memacu agar mahasiswa kita lebih berprestasi, tidak masa bodoh, dan tentu mereka bisa semangat belajar yang nanti akan melahirkan kualitas di dunia pendidikan khususnya di Pangkep,” jelas Dr.Sabrun Jamil.

Diapun mengakui, jika Perbup yang lahir tersebut sudah melalui kajian dan konsultasi di sejumlah Perguruan Tinggi termasuk guru besar di universitas.

“Untuk IPK yang ditetapkan tersebut, kita sudah konsultasikan ke sejumlah perguruan tinggi Dan guru besar, itu nilai yang wajar, dan tentu aturan ini tidak ada kekeliruan untuk dilaksanakan, justru jaminan pendidikan lebih baik akan terbuka,” tambahnya.

Pihak dinas berharap tidak ada kekhawatiran atas kebijakan baru tersebut, mengingat ini adalah salah satu upaya pemerintah dibawah kepemimpinan Muhammad Yusran Lalogau dan Syahban Sammana (MYL-SS) untuk menjadikan pendidikan di Pangkep lebih berkualitas.

“Ini adalah komitmen untuk pendidikan di Pangkep lebih berkualitas, kita sekarang tidak dalam posisi mengejar output tapi lebih kepada outcome, kita ingin beasiswa ini bisa mengantar anak mahasiswa kita lebih bisa bersaing,” tutup mantan Kepala Dinas Perikanan tersebut.

Dengan penerapan perbup nomor 14 tahun 2021 tersebut jumlah penerima beasiswa mahasiswa bisa dipastikan mengalami penurunan dengan estimasi hingga 25 % dari jumlah mahasiswa penerima beasiswa tahun sebelumnya yang berjumlah kurang lebih 5200 orang.

Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran melalui APBD 2021 sebesar Rp.10,5 miliar, hanya saja Kendala refocusing, anggaran yang bisa digunakan untuk pembayaran beasiswa tahap awal hanya senilai Rp.6,8 miliar.

Diketahui Perbup yang diterbitkan dan ditanda tangani Bupati Pangkep MYL tersebut menekankan syarat penerima beasiswa, dan diperuntukan bagi mereka mahasiswa yang berprestasi dan mahasiswa kurang mampu.

Untuk kategori mahasiswa berprestasi terbagi menjadi dua kategori lagi yakni prestasi akademik dengan IPK minimal 3,5 dan prestasi non akademik dalam hal ini prestasi dibidang olahraga, seni, budaya, keagamaan, lomba sains, teknologi, dan inovasi.

Sementara untuk kategori mahasiswa kurang mampu, yakni mahasiswa yang orang tuanya berpenghasilan dibawah Rp.2,4 juta serta mahasiswa yang tidak memiliki orang tua (yatim).(*)