oleh

Tingkatkan Literasi Digital Agar Aman dan Nyaman di Medsos

Editor : Lukman-Humaniora-

KOLAKA TIMUR, RAKYATSULSEL.CO – Sebanyak 666 peserta dari berbagai kalangan antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kegiatan kali ini dilaksanakan secara virtual pada 29 Juni 2021 di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Antropologi Media Universitas Halu Oleo Zainal, penulis Aan Masyur, dosen UKDW sekaligus peneliti ICRS Leonard
C. Epafras, dan Direktur Lekas Publishing Benny Baskara. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Shinta Pramucitra selaku praktisi PR. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Zainal yang membawakan tema “Digital Skill di Era Serba Digital”. Ia mengungkapkan bahwa literasi digital Indonesia berada di peringkat 75 dari 85 negara. Di sisi lain, Indonesia berada di peringkat 10 dalam hal kecanduan media sosial. “Maraknya hoaks dan ujaran kebencian kemungkinan besar disebabkan literasi digital yang rendah, namun kecanduan media sosial tinggi,” katanya.

Berikutnya, Aan Masyur, menyampaikan materi berjudul “Menggunakan Media Sosial dengan Adil”. Menurut dia, pendekatan paling umum digunakan dalam berinternet adalah pendekatan legalatauhukum.Namun,Undang-UndangITE,misaldipasalujarankebencian,sulitditafsirkan. “UU seharusnya menolong kelompok rentan, tetapi, justru kalau kita lihat biasanya yang melaporkan adalah yang punya kekuatan atau kekuasaan lebih besar dibanding yangdilaporkan. Keamanan dan kenyamanan adalah hal penting di internet. Persoalannya, keamanan dan kenyamanan tidak sama dengan keadilan,” jelas Aan.

Pemateri ketiga, Leonard C Epafras membawakan tema tentang “Digital Culture: Literasi dalam Bermedsos”. Leonard menyampaikan, catatan penting dalam literasi adalah menggunakan bahasa yang positif, mendorong pengharapan, dan merangkul perbedaan. Catatan kedua, gunakan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan; lawan polarisasi dan kebencian dengan kesanggahan digital; serta visualisasikan pesan dengan ringkas, mengena, dan menarik,” ujarnya.

Benny Baskara, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Digital Safety: Keamanan Digital”. Ia menjabarkan sejumlah ancaman terhadap keamanan digital, seperti spam, malware, spyware, pengelabuan, peretasan, dan serangan DDoS. “Untuk menjaga keamanan digital, data pribadi harus dilindungi, agar tidak disalahgunakan, misalnya untuk membobol kartu kredit, penipuan, fitnah, dan sejenisnya,” pesanBenny.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Susi Sulastri, bertanya tentang bagaimana mendampingi mayoritas baby boomer yang tidak paham tentang perlindungan data pribadi kala menggunakan gawai agar terhindar dari phishing dan pembobolan data pribadi. “Kita harus membimbing atau memberi tahu mereka cara berinternet yang aman dengan tidak sembarang membuka tautan yang masuk serta hindari unggahan informasi pribadi di medsos,” terang Zainal.

Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp 100.000 bagi sepuluh penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)