oleh

Darurat Narkoba, Mentan-BNNP Sulsel Ikut Musnahkan 20Kg Narkotika

Editor : Armansyah-Berita, Best People, HL, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam 16 dari 34 provinsi dengan kasus narkoba terbanyak di Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, sembilan jaringan internasional diketahui memasok narkotika ke Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2021. Peredarannya mencapai ratusan kilogram jenis sabu.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel Brigjen Ghiri Prawijaya mengatakan, jaringan internasional itu rata-rata dari China dan Malaysia. Kemudian diedarkan lagi dari Kalimantan ke Sulawesi melalui jalur laut dan ekspedisi.

“Ini jaringan internasional yang masuk ke lokal. Dari China, Malaysia, masuk Kalimantan, langsung ke sini tanpa transit. Ada yang melalui laut, ada yang melalui ekspedisi,” ujar Ghiri di Kantor Gubernur Sulsel dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021, Senin (28/6).

Dalam kegiatan itu, sebanyak 20 kilogram (Kg) narkotika dimusnahkan di halaman Kantor Gubernur Sulsel. Hadir, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo didampingi BNNP Sulsel Brigjen Pol Ghiri Prawijaya.

Jenis narkotika yang dimusnahkan di antaranya 13.958 kg sabu-sabu, 3.343 kg ganja, tembakau sintetis 3.100 kg, dan pinaca 30 gram. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, maka terdapat 20.431 kg jenis narkotika yang dimusnahkan.

Ghiri Prawijaya mengatakan, terdapat juga narkotika jenis sabu-sabu seberat 95 kg yang belum sempat dimusnahkan. Pasalnya, sabu-sabu ini telah dibawa ke Jakarta.

“Terdapat juga narkotika jenis sabu-sabu seberat 95 kg ditangkap di Kabupaten Bone namun kasus dan barang buktinya dilimpahkan ke Jakarta karena terkait dengan BNN provinsi lainnya,” katanya.

Terkait pinaca ia menjelaskan, bahan dasarnya terbuat dari tembakau sitentis atau biasa disebut dengan tembakau gorilla yang diproduksi secara home industri di Kota Makassar. Lebih lanjut, ia menegaskan, pihaknya berkomitmen melakukan penumpasan terhadap penggunaan narkotika.

“Sepanjang tahun 2021 BNN telah melaksanan program desa bersinar (bersih dari narkoba), intervensi masyarakat untuk mentracking siapa-siapa saja yang menggunakan narkoba,” ujarnya. (*)