oleh

HUT ke-43, AMPI Sulsel Siap Lahirkan Pemimpin Muda di Tahun 2024

Editor : Muhammad Alief , Penulis :Suryadi-Edukasi, Komunitas, Tokoh/Figur Politik-

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.CO – Momentum HUT ke-43. Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia ( AMPI) yang jatuh setiap tahun 28 Juni, Pengurus DPD (AMPI) Sulawesi Selatan, menggandeng DPD RI, menggelar Seminar Kebangsaan. Berlangsung di Hotel Travel Phinisi Makassar, Jalan Haji Bau, Kota Makassar, Senin (28/6).

Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Selatan, Aksara Alif Raja mengatakan, menhadapi momentum politik pilkada dan pileg tahun 2024 mendatang. AMPI Sulsel siap menjadi garda tersepan mengawal pemimpin geberasi muda untuk bertarung.

“Di Hut AMPI ke-43 ini. Kami AMPI Sulsel berkomitmen akan melahirkan pemimpin masa depan di tahun 2024,” katanya.

Menurutnya, pemimpin muda dimagsud adalah AMPI harus berperan aktif. Baik mengawal kader internal AMPI maupun figur yang diusung oleh partai politik.

“Jadi, tekad kami bagaimana pemimpin masa depan dari generasi muda ini harus andil di hajatan politik 2024 mendatang,” tururnya.

Dia berharap AMPI akan tetap menjaga nama baik AMPI untuk terus eksis dimasa akan datang.

“Di era 5.0 sekarang ini, bagaimana gerakan AMPI terus eksis. Kami juga akan selalu mencegah covid-19 dengan patuh protokol kesehatan,” pungkasnya.

Pada kegiatan ini menghadirkan senior AMPI yang kini sebagai anggota DPD RI, Dr. H. Ajiep Padindang, SE.MM.

Ajiep berpesan kepada kader muda AMPI di Sulsel bahwa saatnya bergerak untuk merubah paradigma berpikir.

Lanjut dia, melalui tagline pembaharuan. Dulunya AMPI dijadikan dapur politik, sekarang istilah pembaharuan harus sejalan untuk membangun bangsa ke depan.

“Pembaharuan masa kini artinya, dulunya AMPI dapur politik kepentingan partai politik. Sekarang bergeser situasi bagaimana ikut membangun bangsa di masa kini dan akan datang,” jelasnya.

Oleh sebab itu, mantan anggota DPRD Sulsel itu, mengajak kader AMPI Sulsel berpikir masa depan. AMPI sebagai garda terdepan untuk bangsa indonesia.

“Ada tantangan kedepan lebih komplit. Tantangan covid, kesehatan dan ekonomi. Belum lagi politik demokrasi liberal yang mengancam demokrasi kita,” pungkasnya. (*)