oleh

Partai Islam Siapkan Kejutan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Strategi politik dirancang sejumlah partai politik (parpol), khususnya partai islam. Mempertahankan sukses di kontestasi Pilgub hingga target naik kelas di kancah Pileg 2024.

Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mengatakan, partainya terus melakukan upaya guna tetap eksis di Pemilu akan datang. “Baik itu Pilkada maupun Pileg, PAN berusaha tetap eksis dan tampil di Sulsel,” katanya.

Salah satu upaya agar tetap eksis kata anggota DPR RI itu yakni merekrut kader. Hal ini sangat perlu karena PAN memiliki misi mendorong kader bersaing disetiap daerah yang menggelar Pilkada nantinya.

“Kami optimis akan mendorong kader pada Pilkada tahun mendatang. Tunggu saja,” jelasnya.

Ketua PKS Sulsel, Amri Arsyid mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan perekrutan kader.

“DPD mulai melakukan perekrutan lalon legislatif. Jadi semua Dapil kita targetkan akan terisi semua,” katanya.

Bakal Caleg yang dia rekrut tersebut akan dilatih dan akan bekerja kurang lebih dua tahun mencari simpati masyarakat.

“Kita yakin dengan kerja dua tahun (sosialisasi) mereka akan bersaing dengan tokoh-tokoh yang sudah hebat,” jelasnya.

Amri mengaku membuka pintu bagi tokoh yang ingin bergabung. “Kalau kami strateginya berbeda karena setiap manusia pastinya memiliki potensi untuk memiliki pendidikan politik. Tapi kami tidak menutup jika ada tokoh ingin bergabung,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad mengatakan proses rekrutmen calon kepala daerah di PKB seperti pada umumnya. Namun, untuk figur yang akan diusung PKB tentu ada mekanisme yang dilalui para calon.

Salah satu mengikuti mekanisme partai secara berjenjang seperti pendaftaran hingga fit and proper test.

“Untuk persiapan calon, kita PKB jelas prioritas kader internal sesuai aspirasi kader DPC PKB,” jelasnya, Kamis (24/6/2021).

Menurutnya, tugas partai adalah merekrut kaderisasi. Apalagi setiap ivent politik selalu ada nama-nama muncul sebagai figur alternatif.

Dengan begitu kata dia, PKB juga memiliki mekanisme dan presedur dalam mencari figur. Khusus di wilayah daerah akan diusung nantinya pada pemilu 2024 mendatang.

“Tugas partai rekrutmen dan kaderisasi, setiap even atau kontestasi Partai akan menyodorkan kader terbaiknya kepada masyarakat,” pungasnya.

Sekertaris DPW PPP Sulsel, Nur Amal mengatakan, meski kepengurusan PPP Sulsel baru saja terbentuk, namun konsolidasi sudah dilakukan.

Partai berlambang Kakbah ini sudah mulai memasang target pada Pileg mendatang, dengan menaikan capaian kursi pimpinan di DPRD.

“Kami ini memiliki lima kabupaten pimpinan DPRD dan kami target minimal 9 pimpinan,” tegasnya.

Untuk DPRD Sulsel, PPP hanya menargetkan tambahan tiga kursi dari Pileg 2019 lalu. “Kan sekarang enam kursi. Jadi kita berharap bisa naik menjadi sembilan kursi,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan Amir Uskara mulai menyusun target pencapaian Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinannya.

Pria kelahiran 28 September 1996 itu menargetkan masuk lima besar peraih kursi terbanyak di pemilihan umum legislatif 2024 mendatang. Lima besar peraih kursi nanti berhasil mendudukkan kader sebagai unsur pimpinan DPRD Sulsel.

“Untuk provinsi, Insya Allah minimal kursi pimpinan DPRD provinsi Sulsel periode akan datang diisi oleh kader PPP,” kata Fauzan.

Dalam pemilu legislatif 2019 lalu, PPP hanya meraih 6 enam DPRD Sulsel. Turun satu kursi dibanding capaian pemilu 2014 lalu. Sementara untuk kursi DPR RI, Imam Fauzan punya keinginan mengembalikan capaian 3 kursi milik partai Kakbah, seperti capaian 2014 lalu.

Dalam pemilu 2019 lalu, PPP hanya meraih 2 kursi DPR RI, atau gagal mempertahankan satu kursi Senayan di daerah pemilihan (Dapil) 3 Sulsel.

“Insya Allah kita akan berusaha kembalikan 3 kursi DPR RI seperti periode yang lalu,” kata Fauzan.

Ia menyampaikan pihaknya juga akan melakukan konsolidasi untuk mendorong kader PPP maju Pilkada serentak 2024. Menurutnya, PPP punya peluang mendorong kader yang punya elektoral kuat. Khususnya daerah yang dimenangkan pemilu 2019 lalu. (*)

Komentar