oleh

Dakwah Positif Cara Efektif Mempersatukan Indonesia

Editor : Lukman-Humaniora-

GORONTALO, RAKYATSULSEL.CO – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 25 Juni 2012 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Dakwah yang Ramah di Internet”.

Program kali ini menghadirkan 621 peserta dan juga empat narasumber yang terdiri dari Dewi Biahimo selaku dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo, Eddy Prayitno selaku penulis dan aktivis ICT Watch, Grysiana Rintani Mokodompit selaku Sekretaris Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Gorontalo, dan Prasethyo Darmawan Sumba selaku Ketua Umum Genre Gorontalo sekaligus Duta Kampus UNG 2018. Adapun yang bertindak sebagai moderator dalam acara ini yaitu Septy Wulandari selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Narasumber pertama, Eddy Prayitno, membawakan materi tentang “Manfaat Internet untuk Menyebarkan Konten Positif bagi Pemuka Agama”. Menurut Eddy, tantangan dakwah di media internet sekarang ini adalah menghadapi konten-konten yang berisi soal ujaran kebencian serta intoleransi. “Cara mengatasinya, buat narasi pembanding bahwa Indonesia adalah bangsa yang multikultural dan sangat beragam,” kata dia.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Prasethyo D Sumba dengan tema “Bijak di Kolom Komentar”. Dalam pandangannya, warganet perlu mengatur diri kala mengunggah konten serta menulis komentar. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang etika berinternet, di antaranya menulis surel dengan ejaan yang baik dan benar, tidak menggunakan huruf kapital, membiasakan menulis subjek, tidak mengirimkan spam, menghargai hak cipta dan privasi orang lain, serta menghindari kata-kata yang kotor atau jorok. “Kita harus menjaga etika dengan menggunakan kata-kata yang baik dalam berkomentar karena jejak digital sulit dihapus,” ujar Prasethyo.

Pemateri ketiga, Dewi Biahimo mengusung materi tentang “Literasi Dakwah di Era Digital”. Ia beranggapan bahwa seorang pendakwah yang baik harus mampu memilih sumber informasi dan memilah informasi yang dapat disampaikan secara daring. “Pendakwah sebaiknya memberikan pelajaran yang terstruktur, agar belajarnya tidak melompat-lompat,” ujar dia.

Grysiana Rintani Mokodompit, sebagai pemateri terakhir, memaparkan materi bertema “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Ia mengatakan bahwa kita harus memproteksi perangkat digital yang dimiliki demi melindungi data pribadi dalam gawai dari tangan-tangan usil. “Hal yang perlu diwaspadai ketika seseorang memperbaiki ponselnya tanpa proteksi adalah ancaman menyebarnya fail pribadi oleh oknum teknisi,” ujar dia.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiame dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)