oleh

PB-Hipermata Laporkan Pemda Takalar ke Kejari

Editor : Lukman , Penulis :Supahrin-Takalar-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Pengurus Besar dan Jajaran Komisariat Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (Hipermata) melaporkan Pemda Takalar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar.

Sebelum melakukan pelaporan, Hipermata menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Takalar. Aksi ini dilakukan lantaran sepanjang jalan Kabupaten Takalar terlihat gelap gulita di malam hari.

Penyebab gelapnya di sepanjang jalan, karena PLN Takalar melakukan pemutusan aliran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU). Hal ini disebabkan karena Pemerintah Kabupaten Takalar menunggak pembayaran listrik penerangan Jalan umum (PJU) dari bulan Maret sampai Mei 2021.

Tak hanya itu, para demostran Hipermata dan komisariat mempertanyakan terkait amanat Peraturan daerah No. 8 tahun 2012 tentang Pajak pasal 41, bahwa ada Pajak 10% yang diambil dari masayarakat tentang Penerangan jalan. Hal inilah yang membuat pertanyaan besar kepada Pemerintah Kabupaten Takalar sebagai pengelola Pajak tersebut.

“Lantas kenapa masayarakat sudah membayar pajak sementara ada tunggakan listrik yang tidak dibayarkan Pemerintah Daerah kabupaten Takalar?. Gelapnya Takalar menyebabkan dosa sosial yang di mana menjadi keresahan yang sangat meluas di lingkup masyarakat. Ini menandakan bahwa Pemerintah Takalar tidak dapat menyelesaikan konflik ini,” ungkap Sukardi Bargos selaku jenderal lapangan.

“Mudah-mudahan turunnya kawan-kawan Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (Hipermata) itu kemudian mampu menemukan titik terang antara kisruh PLN dan Pemda,” sambungnya.

Sementara itu, Agung Prajaya selaku Kordinator Lapangan (korlap) pada aksi yang dilakukan Hipermata tersebut menyampaikan bahwa Pemda selalu merasa Diplomatis terkait isu yang terjadi saat ini yang kemudian seakan-akan Pemda merasa terzolimi oleh PLN akibat Pumutusan aliran listrik ini.

“Kita tidak tau siapa yang sebenarnya salah kalau kita tidak dudukkan bersama antara Pemda dan PLN untuk melihat siapa yang terzolimi,” jelasnya.

Usia menggelar orasi di depan kantor Bupati, peserta aksi bergeser ke depan kantor Kejaksaan Negeri Takalar untuk melaporkan adanya indikasi KKN terkait Pengelolaan Pajak 10% yang dipungut di masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Besar Hipermata Tahkifal Mursalim menuturkan bahwa pihaknya selaku mitra kritis Pemerintah dan Mitra kerja pemerintah siap mengawal kasus ini sampai tuntas. Hal ini sebagai marwah mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat.

Kemudian beberapa menit, Kajari Takalar, Salahuddin menemui peserta aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Takalar. (*)