oleh

Berinternet Sehat Terhindar dari Perilaku Menyebarkan Hoax

Editor : Lukman-Pinrang-

PINRANG, RAKYATSULSEL.CO – Sebanyak 719 peserta mengikuti rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 24 Juni 2021 di Pinrang, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Mengenal dan Menangkal Hoaks”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen ICRS Pascasarjana UGM, Dicky Sofjan; Pendiri Banuamentor, Nur Rina Maskayanti; Sekjen PP Kerukunan Pelajar Mahasiswa Pinrang, Muhammad Amir; dan Dosen Universitas Dipa Makassar, Rismayani. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Ratih Aulia selaku Presenter TV. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Dicky Sofjan yang membawakan tema “Informasi Digital, Identitas Digital dan Jejak Digital dalam Media Sosial”. Menurut Dicky, selama 20 tahun perkembangan internet, aplikasi tersebut sudah membawa implikasi pada beragam aspek kehidupan, termasuk derasnya kiriman hoaks di media sosial. “Siapapun bisa menjadi korban hoaks. Para analis memandang hoaks seperti wabah, orang bisa tidak sadar bahwa mereka sudah terjangkiti. Semoga masyarakat semakin pintar memilih dan memilah yang benar dan salah, mana yang hoaks dan bukan,” harapnya.

Berikutnya, Nur Rina Maskayanti menyampaikan materi berjudul “Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Berita Hoaks?”. Ia mengatakan, isu yang belum diketahui kebenarannya seringkali dengan mudah tersebar ke masyarakat. “Beberapa dampak dari penyebaran hoaks, di antaranya waktu dan uang habis karena informasi sia-sia, terpancing stigma, memicu kericuhan, serta kehilangan kepercayaan dan kredibilitas,” ungkapnya.

Sebagai pemateri ketiga, Muhammad Amir, membawakan tema tentang “Mengenal Lebih Jauh Cara Mengemukakan Pendapat dalam Dunia Digital”. Menurut dia, kebebasan berpendapat di dunia maya sulit dikendalikan. Namun, ini bukan masalah besar karena sudah ada peraturan perundangan yang mengatur. “Selain itu, menyampaikan pendapat di dunia digital juga ada etikanya, agar orang saling menghargai,” kata Amir.

Adapun Rismayani, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Ia mengatakan, segala bentuk kejahatan dapat terjadi di internet dengan mudah, misalnya orang yang menyebarkan berita bohong maupun penipuan. “Perilaku penting dalam berinternet sehat adalah jangan mudah menyebarkan informasi pribadi,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)