oleh

KPU Sulsel “Mappattabe” ke Kakanwil Kemenag Sulsel Terkait PDPb

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Salah satu elemen penting yang sampai saat ini masih menjadi masalah bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) di semua level adalah Data Pemilih dengan berbagai kompleksitasnya, yang solusi terbaik saat ini adalah Pemutahiran Data Pemilih.

Dari sisi Pelaksanaan Pemutahiran Data ini pun tidaklah mudah karena berhubungan dengan sejumlah Lembaga atau Kementerian terkait, salah satunya adalah Kementerian Agama.

Oleh karena itu, KPU Sulsel memandang perlu untuk membangun sinergitas kelembagaan dengan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel yang diketahui punya jejaring struktur sosial kemasyarakatan sampai tingkat yang paling bawah.

Demikian disampaikan oleh Ketua KPU Prov. Sulsel Faisal Amir bersama sejumlah jajarannya saat Audience dengan Kakanwil Kemenag Sulsel H. Khaeroni diruang kerjanya, Rabu (23/6).

Kehadiran Ketua KPU Sulsel di Kanwil Kemenag Sulsel didampingi oleh Ketua Devisi Data dan Informasi KPU Sulsel Uslimin, Koordinator SDMA Ismail Masse, Sub Koordinatoor Perencanaan dan Program Rahcmat Rahim dan sejumlah staf di Humas KPU Sulsel.

Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir menjelaskan kedatangannya ini sekaligus Mappattabe atau Izin untuk menggandeng Jajaran Kementerian Agama mulai dari tingkat Kanwil sampai Kabupaten dan Kota dalam mensukseskan program KPU terkait Pemutahiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPb).

Tak hanya itu, ia mengajak secara khusus SDM di Kemenag Sulsel mensosialisasikan atau mengkampanyekan Pemilu Damai di tengah masyarakat atau umat.

“Kemenag banyak menaungi Madrasah baik negeri maupun swasta termasuk Pondok Pesantren khususnya di tingkatan Aliyah yang siswa siswinya atau santrinya sudah masuk dalam kategori pemilih pemula, Termasuk juga KUA yang memiliki data penduduk yang menikah dibawah usia yang secara otomatis masuk dalam kategori sebagai pemilih,” ungkap Faisal.

Selain itu, sambung Faisal, Kemenag juga memiliki infrastruktur penyuluh dan penceramah lintas agama yang memiliki potensi sangat besar untuk membantu KPU dalam mensosialisasikan dan mengkampanyekan Pemilu Damai di tengah umat. Harapannya, Kakanwil beserta jajarannya bisa bersinergi dengan kami dalam mensukseskan program KPU.

“Harapan besar kami jalinan kerjasama ini bisa dikongkretkan dalam bentuk MoU antara KPU dengan Kanwil Kemenag Sulsel yang kemudian bisa dibreakdown ke tingkat paling bawah,” harap Ketua KPU Sulsel ini.

Terpisah, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Khaeroni menyambut baik keinginan dan harapan Ketua KPU Sulsel. Utamanya terkait pemutahiran data pemilih dan kampanye Pemilu Damai. Ia berpesan agar proses pendataan Pemilih harus lebih cermat dan teliti sehingga tidak memunculkan data ganda.

Sebab, di Ponpes misalnya ada fakta, meskipun namanya Pesantren tapi didalamnya selain Madrasah, Pesantren juga ada yang memiliki jenjang pendidikan yang berada dibawah koordinasi Dinas Pendidikan seperti SMP atau SMA.

“Kerjasama KPU dengan Kemenag itu memang sebuah keniscayaan, disamping SDM di Kemenag sangat besar meskipun domain stake holder di Kemenag itu sangat kompleks juga karena terkait dengan beberapa lembaga atau institusi eksternal,” jelasnya.

Terkait Sosialisasi dan Kampanye Pemilu Damai, di Kemenag ada Penyuluh Agama bukan hanya agama Islam tapi semua Agama yang jangkauan tugasnya sampai di level pedesaan bahkan kampung kampung. Sehingga potensi ini bisa dijadikan sumber daya bagi KPU untuk mensosialisasikan program Kampanye Pemilu Damai di tengah Umat. (*)