oleh

Bermedia Sosial dengan Nyaman dan Aman

Editor : Lukman-Humaniora-

BOLAANG MONGONDOW, RAKYATSULSEL.CO – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 23 Juni 2021 di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial”. Kegiatan kali ini dihadiri oleh 650 peserta dari berbagai kalangan mulai dari usia dan juga profesi.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Pemeriksa Fakta Senior Mafindo Muhammad Khairil Haesy, dosen dan peneliti bahasa Suleman Bouti, guru bahasa Indonesia Arifin Gobel, dan Pimpinan Redaksi Zonautara.com Ronny A. Buol. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Desmona Chandra selaku penyiar TV. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Muhammad Khairil Haesy yang membawakan tema ‘Positif, Kreatif, dan Aman di Internet’. Dalam pandangannya, Khairil menilai banyak perilaku keliru di internet, seperti perundungan, sering membagikan kehidupan pribadi, dan mengunduh produk digital ilegal. Agar bisa bermedia sosial dengan positif, kreatif, dan aman, Khairil membagikan beberapa tips. Pertama, biasakan riset dan mengutamakan pesan positif kala membuat konten. “Selanjutnya, perkuat literasi dan jangan anggap pengikut adalah segalanya,” pesan Khairil.

Berikutnya, Suleman Bouti menyampaikan materi berjudul “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”. Menurut dia, netiket atau etika berinternet adalah etiket dalam jaringan dunia maya. Sementara itu, etika digital adalah kemampuan menyadari, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari. “Maka, ketika Anda mendengar netiket, itu adalah tentang bagaimana cara berperilaku yang baik di dunia maya,” ucap Sulaiman.

Sebagai pemateri ketiga, Arifin Gobel, membawakan tema tentang “Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Dunia Digital”. Dalam presentasinya, Arifin mengatakan, dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar, seharusnya tidak ada perbedaan antara dunia nyata dan maya. “Apa yang kita tampilkan di media sosial adalah sikap berbahasa kita di dunia nyata,” kata dia.

Adapun Ronny Buol, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Rekam Jejak di Dunia Digital”. Ia menuturkan, banyak “dosa-dosa” masa lalu seseorang di internet yang tidak sempat dihapus, kini menjadi senjata bagi lawannya. “Jejak digital juga berpotensi pencurian data, pengelabuan, serta mempengaruhi reputasi dan profesi kita di kemudian hari,” tutur Ronny.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiame dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp 100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)