oleh

Mengayuh Pertanian Alami Bantaeng, SPA Butta Toa Kini Punya Nahkoda Baru

Editor : Muhammad Alief , Penulis :Jejeth-Bantaeng, Daerah-

BANTAENG, RAKYATSULSEL.CO – Sejak diawali dengan kunjungan beberapa pemuda dari Kabupaten Bantaeng ke desa Salassae untuk belajar pertanian alami. Pertanian alami saat ini telah memperoleh statusnya sebagai sistem pertanian berkelanjutan untuk perwujudan kedaulatan pangan di Kabupaten Bantaeng.

 

Sebagai gerakan yang digawangi oleh kaum muda, perkembagan pertanian alami memperoleh dukungan dari para pemangku kebijakan di Bantaeng. Puncaknya, Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin mengapresiasi inisiatif kaum muda yang tergabung dalam Serikat Petani Alami Butta Toa (SPA Butta Toa) dalam acara panen raya padi alami di Desa Rappoa, Bantaeng pada tahun 2018.

 

Apresiasi ini juga layak diberikan karena di tengah semakin kuatnya cengkeraman industri pertanian dan korporasi pangan, sektor pertanian justru semakin ditinggalkan generasi muda karena hilangnya asa penghidupan kaum muda dari kegiatan bertani.

 

Sebagai upaya melanjutkan perjalanan gerakan pertanian alami, SPA Butta Toa mengadakan kongres yang bertajuk Berunding III SPA Butta Toa “Memperkokoh Spirit untuk Kejayaan Lembaga” yang diadakan di balai pertanian alami desa Kaloling pada tanggal 19-20 Juni 2021.

 

Acara ini diikuti oleh pengurus, pendamping, delegasi dari 10 Kelompok Tani Alami (KTA) di Bantaeng, dan mitra gerakan perempuan pedesaan yang secara konsisten berjuang bersama yaitu KPP Butta Toa. Ketua Panitianya Juswansar berasal dari KTA Lumpangan.

 

Turut hadir pula dalam acara ini para pemangku kebijakan di Kabupaten Bantaeng diantaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Direktur PDAM, dan Kepala Desa Kaloling sebagai tuan rumah.

 

Dalam sambutannnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Faisal menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan pertanian alami yang dibangun oleh SPA Butta Toa.

 

“Gerakan ini terbukti telah menjadi pionir perubahan sistem pertanian yang ramah lingkungan dan relevan untuk mengatasi persoalan-persoalan dalam sektor pertanian di Bantaeng, terutama dengan semakin meningkatnya kejadian kelangkaan pupuk bagi petani,” kata dia.

 

Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Rahmania selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Selama mengenal dan terlibat dalam kegiatan SPA Butta Toa sejak 2017 atau sejak menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, di melihat konsistensi dan kemandirian kaum muda untuk membangun gerakan ini.

 

Sikap-sikap ini salah satunya dibuktikan oleh kesaksian Rahmaniar yang tidak pernah melihat SPA Butta Toa mengajukan proposal pendanaan dan program ke pemerintah daerah namun tetap dapat mengembangkan organisasinya dengan baik hingga saat ini.

 

“Selama masa pandemi Covid19, gerakan pertanian alami di SPA Butta Toa juga tidak menjadi semakin pelan tetapi justru semakin kencang,” kata dia.

 

Mengutip laporan pertanggungjawaban pengurus demisioner yang disampaikan oleh Sujarman, pengurus telah melaksanakan hingga 26 kegiatan baik yang bersifat pengembangan organisasi, perluasan praktik pertanian alami, dan kegiatan advokasi kebijakan serta berjaringan.

 

Di akhir acara, Berunding III (musyawarah) menjalankan mekanisme regenerasi kepemimpinan dengan sangat apik dan terpilihlah Sakir, seorang petani dari KTA Desa Biangloe sebagai nahkoda baru SPA Butta Toa periode 2020 hingga 2023.

 

Kayuhan gerakan pertanian alami langsung dilanjutkan oleh ketua terpilih dengan menetapkan susunan pengurus pusat dan melanjutkan rapat tim formatur untuk membangun fondasi organisasi yang kuat. (*)