oleh

Uang Suap NA Pinjaman Bank

Editor : Armansyah , Penulis :Sugihartono-Berita, HL, Kasus Korupsi-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pengadilan Negeri Makassar kembali menggelar sidang kasus suap Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang mendudukkan Agung Sucipto alias Anggu sebagai terdakwa.

Dalam sidang terungkap uang suap Rp1,05 miliar yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Agung Sucipto, eks Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Edy Rahmat, dan Nurdin Abdullah hasil pinjaman dari bank.

Hal itu diungkapkan Komisaris PT Karya Nugraha, Harry Syamsuddin saat menjadi saksi dalam sidang tersebut. Harry Syamsudin mengatakan pernah meminta tolong kepada Agung Sucipto untuk menguruskan proyek irigasi yang ada di Sinjai.

Harry mengatakan proyek tersebut ia baca lewat berita online dimana Gubernur Nurdin Abdullah akan memberikan bantuan keuangan ke Sinjai salah satu peruntukannya akan digunakan untuk membangun irigasi.

“Saya minta tolong sama pak Anggu untuk dibantu,” katanya.

Bahkan, uang senilai Rp1,05 miliar sudah disetor ke Pemprov lewat Agung Sucipto. Sebab, Harry dan Agung sahabat sejak lama. Ditambah kedekatan Agung dengan pejabat Pemprov.

“Dia (Agung) membantu, kalau bilang siap membantu. Kita tidak kenal dengan orang provinsi. Hanya saya tahu kalau provinsi, Pak Anggu bisa,” ujarnya.

Harry menjelaskan, awalnya Agung Sucipto meminta uang sebesar Rp1,5 miliar. Namun, Harry hanya menyanggupi Rp1 miliar 50 juta.

“Saya itupun baru bisa dibayar bilang kalau kredit saya di Bank Mandiri Ratu Langi cair,” ujar Harry, saat menjawab pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Agung pun menyepakati angka tersebut, dan meminta agar Harry menyiapkan usulan proposal proyek irigasi tersebut. “Saya tahu proyek itu dari berita online, tetapi saya tidak tahu proposalnya di mana. Jadi saya perintahkan ke Pak Rahman (Direktur PT Karya Nugraha) untuk mencari proposalnya,” jelasnya.

Komentar