oleh

Pengunduran Diri Sekda Wajo Diduga Terkait Kasus Suap CPNS

Editor : Lukman , Penulis :Abd Muis-Wajo-

WAJO, RAKYATSULSEL.CO – Pengunduran diri Amiruddin dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Wajo diduga kuat tidak hanya terkait persoalan surat menyurat dan perhitungan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) saja. Disinyalir Amiruddin tersandung kasus suap menyuap CPNS tahun 2013.

Ketua Pelita Hukum Independen (PHI) Kabupaten Wajo, Sudirman mengatakan, pada tahun 2013 lalu, Amiruddin merupakan orang nomor satu di lingkup Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wajo. Saat itu Amiruddin diduga kuat menerima aliran dan suap menyuap terkait hasil CPNS tahun 2013.

Persoalan surat meyurat yang dinilai sering keliru dan merugikan masyarakat serta penghitungan TPP yang berbelit-belit bagi ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo bukanlah alasan utama atas pengunduran dirinya.

Namun skandal suap menyuap CPNS tahun 2013 lah yang memaksa Amiruddin harus meninggal jabatan pimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Wajo.

“Kemarin seandainya PHI jadi aspirasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, kami akan ungkap rekam jejak dari Amiruddin selama menjadi pejabat di Wajo, termasuk kasus suap menyuap CPNS tahun 2013. Namun itu kami urungkan sebab kemarin Amiruddin meminta untuk tidak melakukan itu dan menyatakan bersiap mundur sebagai Sekda jika Aspirasi itu kami batalkan,” katanya, Kamis (17/6/2021).

Salah satu alasan Sudirman membeberkan kasus skandal suap menyuap dari Amiruddin, sebab dalam beberapa hari terakhir ini sejak surat pengunduran diri dari Amiruddin diserahkan ke Bupati Wajo pada 14 Juni 2021 lalu. Amiruddin banyak melakukan berbagai macam manuver untuk menjatuhkan pemerintah.

“Amiruddin ini orang pintar dan ASN terbaik di Kabupaten Wajo, tidak mungkin hanya dengan persoalan surat dan perhitungan TPP beliau mau mundur, justru karena ada kasus dugaan suap menyuap yang mulai terendus dan diketahui masyarakat sehingga ia memilih mundur,”ujarnya.

Sementara, pasca mengajukan surat pengunduran diri sebagai Sekda Kabupaten Wajo, Amiruddin memilih menutup diri dan sulit untuk detemui

Akses telekomunikasi yang biasanya sering aktif belum bisa di akses pasca diretas, pada Jumat (11/6/2021) lalu. (*)